Gagalkan Rencana Teror, RI-Australia Siap Berbagi Intelijen


SYDNEY – Pemerintah Australia dan Indonesia pada hari ini sepakat untuk melakukan kerjasama anti-terorisme dengan cara berbagi intelijen dan data mengenai jaringan-jaringan teroris.
Kesepakatan itu terjadi setelah Kepolisian Indonesia (Polri) dilaporkan berhasil menggagalkan rencana pengeboman di Jakarta setelah menerima informasi dari Kepolisian Federal Australia (AFP) dan Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS).
“Operasi penangkapan itu digelar karena ada laporan dari intelijen asing bahwa ada indikasi orang Indonesia yang terkait jaringan terorisme tengah merencanakan aksi bom bunuh diri,” ujar Kepala Polri, Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti.
Seorang guru, Asep Urip (31) dan muridnya Zaenal (35) sudah ditahan atas tuduhan merencanakan tindak terorisme, yakni bom bunuh diri di Jakarta pada perayaan Tahun Baru 2016.
Polri berhasil menciduk kedua pelaku bersama lima anggota jaringan lainnya yang diduga kelompok ekstremis pada Jumat dan Sabtu kemarin di Banjar dan Semarang, Jawa Tengah.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi dan Menlu Australia, Julie Bishop, yang melakukan pertemuan di Sydney mengatakan, mereka tidak bisa menceritakan secara detail tentang rencana pengemboman di Jakarta itu.
”Cukuplah untuk dikatakan bahwa Australia selalu siap untuk memainkan perannya dan dalam hal ini, akan tampak bahwa Polri telah sangat berhasil dalam menggagalkan kegiatan teroris,” ucap Menlu Retno, seperti dilansir Channel News Asia, Senin (21/12/2015).
”Secara keseluruhan, Australia dan Indonesia bekerja sama sangat erat pada seluruh isu melawan terorisme. Kami akan terus bekerja sama dalam berbagi informasi, berbagi intelijen, untuk keselamatan dan keamanan orang-orang dan wilayah kami,” lanjutnya.
Sebelumnya, hal itu juga turut dibahas dalam pertemuan yang dijuluki 2+2 anatara Menhan dan Menlu RI-Australia di Sydney.
(aji)
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment