Australia Cari Mitra Lokal Untuk Mengembangkan Teknologi Terbarukan

Seorang petugas memeriksa panel surya di kantor Kementrian ESDM, Jakarta, Rabu (2/3/2016).Liputan6 : Gempur M Surya

INDOAU.COM – Investor Australia kini sedang mencari partner lokal agar dapat menanamkan modal dalam sektor energi baru dan terbarukan (renewable energy) yaitu panel solar terapung yang dapat diperasikan melalui medium perairan yaitu waduk dan juga situ di Indonesia.

Proyek yang dikerjakan ini ditawarkan sebesar 30 mega watt (MW) dan tersebar diseluruh Indonesia dengan nilai proyek US$ 150 juta atau setara dengan Rp 1,87 triliun. Perusahaan ini akan membangun pabrik atau material pendukungnya di Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 35 juta. Minat investasi yang diterima ini adalah identifikasi dari kantor perwakilan BPKM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) di Sydney.

“CEO perusahaan menyampaikan bahwa mereka mengembangkan teknologi floating solar panel sedemikian rupa, sehingga dapat menyesuaikan dengan debut dan ketinggian air yang ada serta mampu membersihkan alga atau ganggang hijau yang dapat mencemari situ atau waduk,” ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Selasa (29/3/2016).

Kepala BPKM, Franky Sibrani, mengatakan bahwa perusahaan telah menjelaskan untuk pembangkit listrik dengan teknologi floating solar  panel ini akan membutuhkan  biaya sekitar US$ 4 juta – US$ 5 juta per mega watt.

“Mereka telah mengoperasikan proyek floating solar panel di Adelaide, Australia Selatan dengan kapasitas 4 MW senilai US$ 12 juta yang menggabungkan sistem pembangkit listrik tenaga surya dengan fasilitas pengolahan air limbah,” 

“Mereka menyampaikan tidak akan menggunakan anggaran pemerintah pusat atau daerah, serta biaya operasioanl dan maintenance akan dibebankan ke perusahaan,” 

“Ini merupakan salah satu minat investasi yang akan terus difasilitasi oleh kantor perwakilan BKPM di Sydney, tim Marketing Officer wilayah Australia bekerjasama dengan perwakilan RI setempat,”

Kini investor tengah mencari mitra lokal, baik swasta maupun BUMD yang akan bekerjasama dalam mengembangkan rencana tersebut.

Pejabat Promosi Investasi Kantor Perwakilan BKPM di Sydney Sri Moertiningroem menambahkan bahwa bila melihat Daftar Negatif Investasi (DNI), untuk pembangkit listrik lebih dari 10 MW terbuka untuk asing dengan maksimal kepemilikan saham 95 persen atau dapat 100  persen apabila dalam rangka kerjasama pemerintah dan swasta (KPS).

Sri juga mengatakan bahwa perusahaan telah mengunjungi beberapa daerah di Indonesia untuk mencari mitra lokal.

Menurut data  BKPM tahun 2015, realisasi investasi Australia berada di peringkat 12 sebesar US$ 167 juta yang terdiri atas 443 proyek. Sementara dalam posisi sejak periode 2010-2015, tercatat investasi yang masuk ke Indonesia dari Australia sebesar US$ 2,07 miliar.

[MZ]

Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment