Demonstrasi Sopir Taksi di Jakarta Untuk Menghapuskan Jasa Trasnportasi Berbasis Online


INDOAU.COM – Demonstrasi para sopir taksi yang dilakukan pada hari Selasa(22/3) sempat kisruh dengan driver aplikasi online, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto menepis bahwa polisi kecolongan aksi anarkis tersebut. 

"Bukan kecolongan, jadi mereka memang tidak bersepakat dengan baik. Di titik awal saja mereka sudah brutal, tidak sesuai komitmen," ujarnya di Mapolda Metro Jaya dilansir dari MERDEKA.COM, Selasa (22/3).


"Sekarang sudah aman. Kita tetap siaga terus sampai saat ini, buktinya antisipasi dengan baik, buktinya mereka sudah tertib kembali dan kita sudah amankan 83 orang dan saat ini sedang dilakukan pemeriksaan," ujarnya.

"Saya dari Bandung, sampai jam 1 saya liat loh enggak ada apa apa," tegasnya.

Rencananya malam ini Kapolda berencana untuk mengadakan rapat koordinasi bersama 24 pengusaha taksi termasuk transportasi berbasis online seperti Gojek dan juga Grabike. 

"Salah satu upaya tindak lanjut kita jam 21.00 WIB ini bertemu pengusaha taksi. Harapannya mereka (Pengusaha taksi) hadir supaya sama persepsi dengan kita," katanya.

Sebelumnya demo yang dilakukan oleh ribuan orang ini sempat kisruh dan tersebar foto memperihatinkan di media sosial. Dan mereka bubar saat hujan lebat turun. 

Demonstrasi ini  bertujuan untuk menghapuskan taksi yang berbasis aplikasi online. 

Kabarnya besok mereka akan menggelar demo kembali, namun Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto menegaskan, hingga malam ini, belum ada surat permintaan izin demo yang diajukanm sehingga apabila besok mereka mengadakan demo maka akan ada pembubaran dari pihak kepolisian. 

"Melanggar dia, kan tidak ada izinnya. Kan izinnya hari ini sudah selesai, jadi kalau dia mau melakukan demo lagi maka dia perlu melakukan izin," kata Moechgiyarto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (22/3) malam.


[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment