Habiskan Uang Rp 240 M, Rakyat Selandia Baru Tolak Perubahan Bendera

Habiskan Rp 240 M buat referendum, Selandia Baru batal ganti bendera
MARTY MELVILLE/AFP

INDOAU.COM – Pemerintah menawarkan pada rakyat Selandia Baru untuk menggganti bendera nasional mereka, namun dalam referendum kemarin, 56,6 persen orang menoak untuk mengganti dengan yang baru dan mempertahankan bendera lama.

Dilansir dari the Guardian, Juma’at (25/3), referendum ini menghabiskan dana 24 juta Dolar Selandia Baru (setara Rp 240 miliar). Usulan mengganti bendera itu datang dari pemerintahan Perdana Menteri John Key.

Dalam Majalah Auckland Metro, Jurnalis Simon Wison, mengatakan bahwa PM Key gagal meyakinkan rakyat untuk perubahan bendera ini, karena sejak lama referendum ini dianggap pemborosan.

"PM Key sangat gigih meminta rakyat setuju mengganti bendera, padahal jumlah yang menolak sangat tinggi dari hasil jajak pendapat," kata Simon.

Keputusan untuk mengganti bendera adalah desain yang sekarang merpuakan warisan kolonialisme yang dibuat di tahun 1902.

PM John Key mengaku malu karena di berbagai acara resmi maupun di media massa, bendera Selandia Baru tertukar dengan bendera Australia yang hampir mirip.

"Wacana bendera ini justru mengajak rakyat Selandia Baru membicarakan identitas nasionalnya, terutama cita-cita kita menjadi republik," kata Key berdalih atas pemborosan uang negara.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment