Indonesia : Australia Tidak Cukup Membantu Dalam Mengatasi Pengungsi Rohingya

Nelayan Selamatkan Lagi 100 Pengungsi

INDOAU.COM –Para pejabat Indonesia mengatakan bahwa Australia tidak cukup membantu pengungsi di kawasan Asia-Pasifik. Kritik datang pada minggu ini dalam sebuah konferensi regional di pulau Bali.

Sudah hampir setahun sejak ratusan pengungsi Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh meninggal di Laut Andaman, sebelah barat Thailand, karena mereka melarikan diri dari penganiayaan di negaranya.

Ribuan orang lainnya sampai ke Indonesia dimana pihak yang berwenang di Indonesia mengatakan belum bisa mengatasi masalah ini, dan percaya Australia dapat membantu kaum Rohingya.

Yang menjadi permasalahan adalah kontroversial kebijakan perbatasan Canberra yang tertutup, yang disebut Operation Sovereign Borders, dimana patroli australia menyeret atau mengembalikan kapal pencari suaka yang mendekati wilayah perairan utara.

Pierre Marthinus yang merupakan seorang analisis politik Indonesia mengatakan bahwa Jakarta percaya Australia tidak bersedia membantu memecahkan krisis pengungsi Rohingya.

“Indonesia sangat skeptis tentang kemampuan Australia untuk benar-benar membantu mengurangi dampak atau memecahkan krisis pengungsi itu sendiri.  Operation Sovereign Borders Australia masih belum dimaafkan ataupun dilupakan oleh Indonesia,” kata Marthinus.

Masalah yang menjadi titik fokus KTT di Bali, Indonesia,  minggu ini adalah anti penyelundupan manusia.

Bali Process memiliki 48 negara anggota dan badan-badan internasional, termasuk Badan Pengungsi U.N. Badan  ini didirikan lebih dari satu dekade yang lalu untuk membantu memerangi perdagangan manusia dan kejahatan transnasional. 

Dalam konferensi tersebut, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menolak kritik yang dilontarkan pada negaranya, ia bersikeras negaranya memiliki salah satu program pemukiman pengungsi paling komprehensif di dunia. 

Canberra menawarkan perlindungan untuk 13.750 pengungsi di bawah berbagai perjanjian global setiap tahunnya. Angka itu naik hampir ke 19.000 dalam waktu tiga tahun. 

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment