Indonesia Desak Kapal China Untuk Tidak Memasuki Wilayah Perairan Indonesia

Indonesia's Foreign Minister Retno Marsudi makes a statement at the Foreign Ministry in Jakarta, Indonesia March 21, 2016. REUTERS/Darren Whiteside
Retno Marsudi (Reuters/Darren Whiteside) 
INDOAU.COM – Pada hari Kamis (24/3), Indonesia mendesak kapal China untuk tidak memasuki perairan teritorialnya, beberapa hari setelah melakukan protes terhadap pelanggaran kedaulatan oleh kapal penjaga pantai China. 


Indonesia tidak terlibat dalam permaslahan klaim wilayah Laut Cina Selatan, malah menganggap bahwa Indonesia sebagai “penengah” dalam perselisihan antara China dan Filipina, Malaysia dan Brunei. 

Namun insiden yang terjadi pada hari Sabtu lalu yang melibatkan kapal patroli Indonesia, kapal penjaga pantai China, dan kapal nelayan ini membuat beberapa orang nelayan China ditahan di Indonesia  dan kapal dikembalikan ke China

Menteri keamanan Luhut Pandjaitan mengatakan Indonesia akan menjaga hubungan baik engan China  namun “tanpa mengorbankan kedaulatan Indonesia”.

“Kami mendesak kapal China untuk tidaj memasuki zona ekonomi eksklusif kami, yang dapat mengganggu,” kata Pandjaitan kepada para wartawan, yang mengacu pada salah satu wilayah Indonesia yang masih berdekatan dengan Kepulauan Natuna utara dimana insiden ini terjadi.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pada hari Kamis, Indonesia sedang menunggu klarifikasi dari China atas insiden ini.

China mengatakan bahwa kapal yang broperasi di “lahan perikanan tradisional China”, baik itu kapal nelayan maupun kapal penjaga tidak memasuki wilayah perairan Indonesia. 

Hal ini juga menegaskan bahwa mereka mengakui kedaulatan Indonesia atas pulau Natuna.

Namun meskipun demikin, pada hari Rabu (23/3), Menteri Keuangan Indonesia Bamban Brodjonegoro mengatakan bahwa hubungan ekonomi China dan Indonesia kemungkinan tidak akan terpengarus oleh insiden ini.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment