Indonesia Impor 10 Ribu Ton Daging Dari Asutralia Untuk Antisipasi Lonjakan di Bulan Puasa dan Lebaran


INDOAU.COM – Untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan daging sapi pada bulan puasa dan hari lebaran mendatang, pemerintah akan melakukan impor daging sapi dari Australia.

Sri Mukartini, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian (Kementan) mengatakan bahwa impor daging akan dilakukan dari Australia mencapai 10 ribu ton. Hal ini sesuai dengan keputusan yang diambil pada rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang digelar kemarin. Dalam rakortas ini juga PT Berdikasi ditunjuk untuk melakukan impor tersebut, karena BUMN ini dinilai mem[unyai kapasitas gudang yang cukup untuk menyimpan daging yang diimpor.

"Untuk antisipasi Lebaran akan dimasukan 10 ribu ton daging dari Australia. Itu ditentukan melalui rakortas. Jadi ditentukan jumlahnya berapa, siapa yang memasukkan. Itu sudah diputuskan" ujar Sri, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Sri juga menambahkan bahwa daging yang akan diimpor adalah secondary cut, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang menyatakan impor daging dalam untuk kondisi tertentu harus secondary cut.

"Dagingnya jenis secondary cut dan karkas. Kalau yang reguler prime cut. Kalau untuk kondisi tertentu seperti jelang Lebaran itu secondary cut dan karkas,"

"Nanti penugasannya berdasarkan surat dari Menteri BUMN. Tetapi kemarin keputusan rakortas oleh Berdikari. Berdikari akan melihat kapasitas gudangnya, dan kecepatan dia bisa distribusi dagingnya. Yang penting dia punya kemampuan kapasitas di atas 10 ribu ton,"

Kemudian Sri memberi penjelasan bahwa pihaknya masih menungu pengajuan surat izin impor dari Berdikari, kemudian kementan nantinya mengeluarkan rekomendasi kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memberikan izin.

"Kita berlakukan paling tidak 4 bulan, sampai Agustus. (Pastinya) Kita belum tahu. Tergantung nanti Berdikari mau mengajukan kapan. Kami belum bisa proses karena belum ada surat permohonan dari Berdikari," pungkas Sri.

[MZ]

Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment