Indonesia Tembak Dua Kapal Taiwan yang Menangkap Ikan Secara Ilegal di Perairan Selat Malaka

Add caption
Wong Maye-E

INDOAU.COM, Jakarta, Indonesia – Indonesia mengatakan bahwa salah satu kapal patroli menembakan dua kapal Taiwan yang menangkap ikan secara Ilegal setelah mereka mengabaikan peringatan untuk meninggalkan perairan Indonesia di Selat Malaka.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Kemanan Luhut Pandjaitan mengatakan pada hari Kamis (24/3) bahwa kapal patroli perikanan yang terlibat dalam insiden ini telah mengikuti semua prosedur standar untuk menangani kapal-kapal asing.

Ia berjanji bahwa Indonesia akan tetap berpegang pada kebijakan yang tegas terhadap penangkapan ikan ilegal. Yunus Husein dari Illegal Fishing Task Force mengatakan kapal Taiwan berlayar tanpa melepaskan bendera di Lhoksemawe, Provinsi Aceh, Sumatera. Ia mengatkan tidak ada yang terluka.

Taiwan meminta penjelasan dari Indonesia. Dalam sebuah pernyataam Kementerian Luar Negeri yang menentang penggunaan kekerasan dan meminta bukti keslahan yang dilakukan kapal Taiwan sehinggga dapat membenarkan tindakan penembakan.

Pandjaitan mengatakan Indonesia telah mematuhi “prosedur standar internasional dalam menangani kapal asing yang memasuki wilayah kita, termasuk dengan memerikan peringatan melalui pengibaran bendera, suara dan tembakan peringatan di buritan kapal.

Dalam satu tahun terakhir ini Indonesia telah mengambil tindakan tegas terhadap penagkapan ikan ilegal, menghancurkan puluhan kapal yang ditangkap.

Dalam sepekan terakhir, pemerintah Indonesia juga telah bersitegang dengan China setelah kapal penjaga pantai China membantu kapal China untuk melarikan diri ketika mereka melkaukan penangkapan ikan di wilayah perairan pulau Natuna Indonesia.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment