Kodi Maybir, Artis Hip-Hop yang Membunuh Anak Sang Kekasih


ilustrasi
INDOAU.COM – Ketika ambulan dipanggil ke studio musik Kodi Maybir di Oatley, di Selatan Sydney tahun 2013, Levai ditemukan telah meninggal dalam beberapa waktu.

Panggilan tersebut diketahui hampir 24 jam setelah ia diserang dan jatuh pingsan.

Maybir dan kekasihnya Kayla James awalnya mengatakan bahwa Levai jatuh dari tongkat pogo, namun kemudian terungkap bahwa ia mengalami kekerasan fisik dalam beberapa bulan.

Juri menemkan bahwa Maybir bersalah atas kasus pembunuhan ini pada bulan November.
Jaksa juga telah memutuskan hukuman seumur hidup.

Maybir adalah seorang artis hip-hop, ia tampil dibawah nama General Kopri dan juga membuat musik untuk orang lain.

“levai menjadi sasaran kejam, direndahkan dan diperlakukan tidak manusiawi ditangan Mr Maybir,” kata Hakim Robert Allan Hulme dilansir dari abc.net.au.

Sang kakek Levai yang tidak dapat disebutkan namanya juga berkata bahwa Levai pantas mendapatkan hukuman tersebut.

“Namun itu tidak dapat mengembalikan cucu saya,” kata sang kakek setelah mendengar hukuman tersebut atas pembunuhan yang dilakukan terhadap cucunya yang baru berusia 7 tahun itu.

“Dia tidak akan muncul di pintu lagi, atau duduk di meja atau pergi ke taman bersama kami, dan itu adalah bagian paling mnyedihkan.”

Baaimana Levai tewas kini masih menjadi misteri, namun hasil otopsi mengatakan bahwa ia menderita trauma dibagian belakang dan depan kepala.

Maybir memberikan serangkaian keterangan palsu, termasuk ia mengatakn bahwa Levai terluka pada saat mereka bermain gulat.

“Dia telah mengatakan kebohongan yang keterlaluan dan jelas-jelas menghindari tanggung jawab,” kata Hakim Hulme .

James menjalani hukuman minimal 10 tahun untuk kasus pembunuhan ini dan memberikan kesaksian terhadap pacarnya di persidangan.

Ia menunggu sekitar 24 jam menunggu ambulan setelah pertama kali melihat anaknya tak sadarkan diri di tangan Maybir.

Setelah mereka diberitahu bahwa Levai sudah mati, Maybir mengatakan pada James, “Dia ada ditempat yang lebih baik sekarang. Dia bersama para malaikat.”

“Kamu tidak mengenal Jesus sampai bertemu denganku. Itu satu-satunya cara aku membantumu.”
Pengadilan mendengar Levai rentan terhadap ekkerasan karena cacat intelektual.

Beberapa kasus kekerasan yang terjadi ada sebagian yang difilmkan.

Dia akan memenuhi syarat untuk pembebasan bersyarat pada bulan Maret 2045.



Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment