Korea Utara Kembali Tahan Warga AS yang Menjadi Mata-mata


Kim Tong Chol, a U.S. citizen detained in North Korea, speaks as he is presented to reporters in Pyongyang, North Korea. Pic: AP.
Kim Tong Chol (AP)

INDOAU.COM – Lagi-lagi warga AS ditahan oleh Korea Utara, kali ini kasus terkait “spionase tak terampuni”.

Warga AS naturalisasi Kim Tong Chol, 60 tahun, dalam konferensi pers di Pyongyang pada hari Jumat mengatakan bahwa ia telah ditahan sejak Oktober tahun lalu akibat tindakan spionase dalam rangka melemahkan kepemimpinan Korea Utara.

Kantor berita milik negara KCNA melaporkan bahwa dalam pengakuannya Kim telah mengaku dibayar oleh Korea Selatan untuk mencuri rahasia militer dan negara. 

Kim mengatakan pada media  bahwa tindakannya itu “memalukan” dan bahwa ia merasa menyesal. Pengakuan ini semata-mata untuk menarik simpati dari otoritas Korea Utara.

Pengakuan terbaru ini muncul sembilan hari setelah salah satu mahasiswa AS dihukum oleh Korea Utara, yaitu Otto Warmbier, 15 tahun penjara dan kerja paksa untuk subversi setelah seseorang berusia 21 tahun mengaku mencuri spanduk.

Pemerintah Korea Utara sering mengadakan konferensi pers untuk AS dan tahanan asing lainnya dimana mereka membacakan pernytaan untuk mengakui kesalahannya dan memuji sistem politik Korea Utara.

[MZ]

Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment