Lukisan Myuran Sukumaran Disambut Seniman Ben Quilty

A portrait of a man is smudged beyond recognition.
AAP : Myuran Sukumaran

INDOAU.COM—Hasil lukisan pemimpin Bali Nine, Myuran Sukumaran, telah tiba kembali di Australia, hampir setahun setelah di eksekusi di Indonesia.

Pengiriman karya seni hukuman mati ini diumumkan di media sosial pada hari Jumat sore oleh mentor dan teman Sukumaan, seniman Sydney Ben Quilty.

Pemenang Archibald mempostik foto kotak kayu dan dibungkus kanvas di Facebook dan Twitter dengan judul : “Lukisan Myu ini dengan aman akhirnya kembali di Australia”

Muncul lebih dari 10 bulan setelah Sukumaran dan sesamanya dihukum Bali Nine penyelundup obat, Andrew Chan, dieksekusi oleh regu tembak di Nusakambangan di Indonesia pada 29 April tahun lalu.

Pasangan Sydney barat ditangkap pada tahun 2005 karena berusaha menyelundupkan  heroin dari Bali dan menghabiskan dekade berikutnya di Penjara Kerobokan.

Mereka dijuluki “godfather” dan “penegak” dari sindikat narkoba sembilan orang.

Salah satu pengacara Sukumaran menemui Quilty tahun 2012 silam setelah kliennya dipenjara menyatakan keinginannya untuk belajar melukis.

Dengan bimbingan seniman, Sukumaran mulai mengajar kelas untuk merehabilitasi narapidana lain.
Ia dianugerahi gelar associate dalam seni rupa dari Curtin University hanya beberapa bulan sebelum kematiannya.

Beberapa karya yang dipercaya dihantui diyakini berada di antara kargo, termasuk salah satu yang menetesi bendera Indonesia dengan darah dan potret diri dengan lubang menganga didadanya, dimana tempat hati berada.

Namun belum bisa diputuskan apakah lukisan ini akan dipamerkan atau tidak.


Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment