Merampok, Menelanjangi dan Menyekap Korban, Ramli Ditembak Saat Ditangkap Polisi

ilustrasi

INDOAU.COM – Seorang tersangka atas kasus perampokan dan pelecehan seksual yang bernama Romli (36) akhirnya berhasil ditangkap polisi setelah sebelumnya ia menjadi buronan selama kurang lebih empat bulan. Saat penangkapan polisi menembak kakinya karena ia mencoba untuk kabur.

Kasus ini berawal dari perampokan rumah seorang juragan sapi di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, Sumsel yang diketahui bernama Jumadi (46). Perampokan ini terjadi pada 16 November 2015. Kemudian Romli dengan delapan rekannya menyekap dan menelanjangi anak gadis Jumadi di dalam kamar. Para pelaku menyekap dan menelanjangi anak gadis Jumadi dengan tujuan agar mereka menyerahkan hartanya, bahkan mereka berani membawa senjata api rakitan. Kemudian sang ayah menyerahkan hartanya, diantaranya uang Rp 70 juta, satu unit sepeda motor dan juga 21 gram emas dan untungnya anak gadis tersebut tidak diperkosa. 

Namun polisis kemudian berhasil menangkap empat pelaku yang berinisial HR, JH, Al, dan juga IW.

Romli sendiri mengaku dari hasil penjarahan ini ia hanya mendapat satu juta rupiah karena uangnya dipakai untuk keperluan keluarga. Romli dan korban tinggal di satu kampung. 

"Cuma ikut-ikutan saja, terpaksa juga. Buat makan saja karena tidak ada pekerjaan," ungkap tersangka Romli di Mapolsek Rambutan Banyuasin, Rabu (24/3), dilansir dari merdeka.com.

Kini masih ada tiga pelaku yang dikejar oleh polisi.

"Sebelumnya empat pelaku ditangkap, nambah satu hari ini. Tiga pelaku lain masih kita buru. Tersangka kita kenakan Pasal 365 KUHP, minimal lima tahun penjara," kata Kapolsek Rambutan Iptu Ady Akhyat.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment