Operasi Opson V Berhasil Sita Puluhan Ribu Ton Daging Monyet dan Alkohol Palsu di Berbagai Negara

85 tonnes of meat illegally imported into Thailand that was destroyed.
Daging yang belum diuji dihancurkan di Thailand

INDOAU.COM – Polisi global berhasil menyita lebih dari 10.000 ton makanan dan minuman terlarang atau berbahaya, termasuk daging monyet, serangga mati dan gula palsu yang dibubuhi pupuk, kata kepolisian Eropa.

Di Italia, petugas menyita 85 ton zaitun yang “dicat dengan tembaga sulfat untuk menambah warna”, sementara polisi Inggris menemukan hampir 10.000 liter alkohol palsu atau oplosan, termasuk anggur, wiski dan vodka. 

Penggerebekan ini dilakukan sebagai bagian dari Operation Opson V, yang melibatkan penegak hukum dari 57 negara serta lembaga kepolisian global Interpol dan Uni-Eropa, kata Europol dalam sebuah pernyataan.
Tindakan keras yang dilakukan sejak bulan November hingga Februari ini dipuji sebagai “penyitaan terbesar yang pernah ada”, juga berhasil menemukan satu juta liter minuman palsu yang cukup untuk mengisi ebih dari 12.000 bathtub.

“Polisi, bea cukai, badan pengawas pangan nasional dan mitra dari sektor swasta melakukan pemeriksaan di toko-toko, pasar, bandara, pelabuhan dan kawasan industri,” kata Europol.

Di bandara Zaventem Brussels  petugas bea cukai menemukan beberapa kilogram daging monyet, sementara di Prancis petugas menyita dan menghancurkan 11 kilogram belalang dan 20 kilogram ulat.

Hampir sembilan ton gula palsu terkontaminasi oleh pupukditemukan di ibukota Sudan, Khartoum, dan di Burundi petugas menyita lebih dari 36.000 liter alkohol  terlarang serta sembilan AK-47 senapan serbu dan tiga granat.

Di Yunani, tiga pabrik yang memproduksi alkohol ilegal ditutup dan lebih dari 7.400 botol miras palsu serta label berhasil terjaring.

Polisi Thailand menghancurkan 30 ton daging sapi dan kerbau ilegal yang tidak layak untuk dikonsumsi manusia, sementara dalam pengujian di Australia 450 kilogram madu ditemukan telah dicampur atau dipalsukan, kata Europol.

Di Indonesia juga petugas berhasil menemukan 70 kilogram usus ayam yang diawetkan dalam formalin.

Polisi Bolivia menemukan sebuah gudang yang berisi ribuan kaleng sarden dengan label palsu dari merek Peru yang terkenal.

“Makanan dan minuman palsu yang berbahaya dapat mengancam kesehatan dan keselamatan orang di seluruh dunia, yang seringkali tanpa dicurigai membeli barang yang sangat berbahaya.

“Kenaikan harga pangan saat ini dan rantai makanan global menawarkan kesempatan bagi para penjahat untuk menjual makanan palsu dalam industri kriminal miliaran dolar,” tambah Europol Chris Vansteenkiste.

Operasi Opson ini pertma kali dilakukan pada 2011 dari 10 negara Eropa yang mencakup hampir 60 negara di seluruh dunia.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment