Serangan Jantung Akibat Patah Hati Dapat Berujung Pada Kematian




INDOAU.COM – Patah hati merupakan hal yang biasa dialami dalam keidupan manusia. Kita akan merasakannya saat kita kehilangan orang yang kita sayangi, baik itu kerabat, kekasih, maupun teman terdekat. Patih hati ini juga merupakan bentuk dari rasa kekecewaan. Sebagian orang mungkin menganggap ini hal yang biasa, dan seiring berjalannya waktu semuanya akan kembali seperti semula, tapi tahukah anda bahwa patah hati ini dapat menyebabkan serangan jantung bahkan dalam beberapa kasus patah hati ini dapat berujung pada kematian. 

Secara medis menjelaskan bahwa pada saat kita patah hati, akan terjadi gangguan pada tubuh kita seperti terganggunya produksi hormon, sistem imun, dan yang lebih parah adalah meningkatnya resiko penyakit jantung. 

Dilansir dari resepkita.com, peningkatan resiko penyakit jantung  ini dikarenakan pada saat kita patah hati maka emosi dan  mental kita akan terganggu, sehingga menyebabkan otot jantung melemah, ritme detak jantung menjadi tidak teratur, dan juga daya tahan tubuh kita menurun secara drastis. Kemudian menyebabkan terbentuknya gumpalan-gumpalan yang tentu saja menyumbat aliran darah kita dan juga meningkatkan resiko penyakit jantung hingga 6 kali lebih besar. 

John Horowitz merupakan kepala kardiologi di Rumah Sakit Elizabeth Queen Adelaide yang meneliti tentang brokenheart syndrome atau sindrom patah hati. Dilansir dari austraiaplus.com, dokter ini mengatakan bahwa kita bisa saja menyuntikan adrenalin kepada seseorang dan memicu  serangan jantung, ada banyak bukti yang menunjukan pengaruh adrenalin dalam kondisi ini. 

Selain itu dalam New England Journal of Medicine tahun lalu juga mengatakan bahwa emosi yang dirasakan manusia seperti kesedihan, kecemasan atau kemarahan tampaknya menjadi pemicu dalam hampir 28% kasus-kasus yang terjadi seperti ini.

Banyak sekali contoh dari kasus serangan jantung seperti ini. Misalnya yang terjadi pada seorang kakek yang bernama NK Paliawak di Adelaide, ia meninggal karena serangan jantung setelah mendengar kabar bahwa keluarganya meninggal dalam kecelakaan di India. 

Faktor-faktor lainnya yang beresiko serangan jantung yaitu bagi orang tua yang kehilangan buah hati nya, ditinggal sang kekasih setelah menjalin hubungan yang cukup lama, pertengkaran keluarga, dan lain sebagainya. 

Sekarang ini pakar menduga setidaknya beberapa kasus kematian yang terjadi akibat kadar emosi yang tinggi ini bisa jadi merupakan kasus gangguan jantung berbeda yang baru dikenali Australia sekitar 10 tahun ini.
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment