Berlakukan Bunga Hingga 400 Persen, Toko Gadai di Australia ini digugat

Cash Converters mengatakan akan berusaha membuktikan bahwa mereka tidak melakukan kesalahan. (Giulio Saggin, file photo: ABC News)
Giulio Saggin, file photo: ABC News
INDOAU.COM – Cash Conventers adalah sebuah toko yang menjual barang lama juga memberikan pinjaman uang bagi mereka yang memerlukan.

Kantor pengacara Maurice Blackburn mendaftarkan class action tersebut di pengadilan Federal, guna mendapatkan ganti rugi atas biaya pinjaman yang telah dibayarkan oleh sekitar 23 ribu pelanggan di Queensland antara tahun 2009 sampai 2013.

Sebelumnya ada penyelesaian ganti rugi untuk masalah serupa dengan tuduhan serupa senilai $ 23 dolar atau sektar Rp 230 miliar dilakukan di New South Wales.

Kantor Maurice Blackburn menyebutkan bahwa Cash Converters memasukkan biaya tambahan untuk pinjaman jangka pendek.

Miranda  Nagy yang merupakan bagian dari Maurice Blackburn, mengatakan bahwa bunga yang diterapkan dalam setahun mencapai 420 untuk pinjaman tersebut, oleh karena itu melanggar batasan yang diperbolehkan.

Ia juga mengatakan bahwa peraturan suku bunga tertinggi di Queensland untuk kartu kredit adalah 48 persen.

"Yang terjadi adalah biaya yang terlalu besar dan bunga ini menyebabkan peminjam harus meminjam terus, dan hutang mereka bisa menjadi tidak terkontrol." katanya.

Kim McKenzie, warga asal Gold Coast, akan memimpin class action ini atas nama para pemimjam lainnya.
"Pinjaman jangka pendek seperti ini sebenarnya dibuat sebagai solusi jangka pendek untuk menyelesaikan masalah keuangan segera, namun yang terjadi adalah bahwa para peminjam malah semakin terpuruk dalam kesulitan." kata McKenzie.

Sementara itu Sekretaris perusahaan Cash Converters Ralph Groom mengelurkan pernyataan kepada Bursa Saham Australia (ASX)bahwa mereka akan mempertahankan diri merekadari tuduhan tersebut semaksimal mungkin.

"Gugatan ini menyerang sistem biaya tambahan yang digunakan antara tanggal 28 April 2010 sampai 30 Juni 2013." katanya.

"Padahal sistem biaya tambahan ini tidak diberlakukan sebelum 30 Juni 2013." kata Groom.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment