Duka Cita Mengenang Satu Tahun Eksekusi Mati Myuran dan Chan di LP Kerobokan

Aktivitas melukis di LP Kerobokan.
Aktivitas melukis di LP Kerobokan.

INDOAU.COM – Sipir LP Kerobokan Hermanus Hartanto kenag setahun kematian terpidana mati Bali Nine Myuran Sukumaran dan Andrew Chan  dengan duka cita.

Ia turut membantu dalam pembuatan studio seni di Kerobokan yang digunakan oleh Myuran Sukumaran untuk menyalurkan bakatnya sebagai pelukis.

Sukumaran dan juga Chan menghabiskan waktu selama 10 tahun di penjara tersebut.

Myuran Sukumaran dan Andrew Chan. (Credit: Reuters)

Dilansir dari ABC, Hermanus mengatakan bahwa ia bersahabat dengan Sukumaran.

"Saya sangat kecewa karena dia tidak mendapatkan remisi," ujar Hermanus. "Dia napi teladan, disukai hampir semua orang."

"Dia sudah seperti anak saya sendiri," tutur Hermanus tak kuasa menahan tangisnya.

Hermanus Hartanto.
Hermanus Hartanto

Ia mengatakan bahwa ia selalu mendoakan dan mengenang Sukumaran.

"Sulit bagi saya, sebab saya melihatnya setiap hari selama 8 tahun. Saat dia duduk ,saya pun duduk di dekatnya," katanya.

"Dia selalu menyapa. Jika saya tidak lihat, dia akan panggil nama saya," tambah Hermanus lagi.

Nicolas Ngahu adalah mantan napi yang kini menjadi supervisor di studio seni di LP Kerobokan.

"Saya belajar melukis pada Myuran. Dia orang baik," katanya.

Murid Sukumaran lainnya Clement Tameno juga mengaku masih mengenang Sukumaran.

Todung Mulya Lubis sebagai pengacara Sukumaran dan Chan semua upaya hukum telah dilakukan untuk menyelamatkan du terpidana tersebut.

Myuran Sukumaran saat berada di LP Kerobokan 15 April 2015. (AFP/Getty Images: Sonny Tumbelaka)
Myuran Sukumaran saat berada di LP Kerobokan 15 April 2015. (AFP/Getty Images: Sonny Tumbelaka)

"Saya kenal Myuran dan Andrew cukup dekat, saya kenal keluarganya. Saya minta maaf kami kalah. Itu merupakan momen paling menyedihkan bagi kami," ujarnya.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment