Internet 'Pengaruhi' Pria Adelaide Untuk Lakukan Kekerasan Seksual Kepada Anaknya

ilustrasi

INDOAU.COM – Seorang pria berusia 30 tahunan di Adelaide tega melakukan pelecehan seksual terhadap bayi laki-lakinya yang baru berusia 18 bulan. Ia mengaku bahwa perbuatannya ini terpengaruh oleh internet.

Dalam siding di pengadilan, pelaku mengakui kesalahannya atas berbagai tuduhan antara lain penganiayaan seksual, dan menyebarkan pornografi anak-anak.
Ia sudah mendekap di penjara sejak Maret 2015.

Dalam sidang penentuan hukuman, pengacaranya yang bernama Georghe Katsara mengatakan bahwa kliennya merupakan orang yang normal dan patuh hukum sebelum melakukan tindakan criminal tersebut.

"Sayangnya, Yang Mulia, lewat internet, dia terpengaruh, karena melihat berbagai tema seksual yang ekstrem, dan karena itu kemudian dia menjadi paraphilia." kata Katsaras.

Parapilia adalah keadaan dimana seseorang kecanduan tindakan seksual ekstrem.

"Dia mengerti benar mengenai tindak kriminal yang dilakukannya, dan sangat menyesal atas apa yang sudah dilakukannya." kata Katsaras.

Katsaras mengatakan kliennya depresi saat didalam tahanan dan ingin memperbaiki diri.

"Dia sudah kehilangan semuanya, dia kehilangan kebebasan, pekerjaan, hubungannya dengan pasangannya dan hubungannya dengan anaknya."

"Dia tidak bisa mengembalikan lagi keadaan seperti semua, dan dia hanya bisa memperbaiki dirinya sendiri. Itulah yang ingin dilakukannya." kata Katsaras.

Jaksa Penuntut Amy Fisher mengatakan pelanggaran yang dilakukan pelaku sangat serius, dan terdakwa juga tidak memberikan penjelasan terbuka kepada pihak berwenang atas tindakannya.

"Entah karena dia tidak tahu, atau ada usaha dari terdakwa untuk menutup-nutupi apa yang dilakukannya." kata Fisher.

Dijelaskan dalam persidangan bahwa pelaku mempunyai 388 gambar porno anak-anak yang ia kumpulkan dalam 20 hari.

Pelaku akan dijatuhi hukuman bulan depan.

[MZ]



Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment