Iwan Sunito : Dulu Tinggal Kelas Kini Jadi 'Raja Properti' di Australia

Iwan Sunito, Kisah Perantau dan Properti Triliunan di Sydney
Iwan Sunito, CEO Crown Group, perusahaan developer apartemen di Australia. (Dok. Crown Group)
INDOAU.COM – Iwan Sunito adalah seorang ‘Raja Properti’ di Australia. Pria yang semasa kecilnya dijuluki si Anak Sungai itu siapa sangka akan menjadi akan bergelimang harta meskipun semasa sekolahnya ia tinggal di rumah Apung dan seringkali tinggal kelas.

Bermula dari pekerjaan keci seperti merenovasi pagar, kemudian kamar mandi, sampai membangun sebuah rumah, dan kini ia memiliki portofolio yang bernilai miliaran dolar di Australia berkat anugerah kemampuan menggambarnya hingga mengantarkan ia mendirikan Crown International Holdings Group, yaitu sebuah perusahaan properti raksasa berbasis di Sydney, Australia.

Perlahan-lahan dari satu proyek ke proyek lainnya, dari teman ke teman, saudara, pelan namun pasti, tempat ia menuntut ilmu dari sarjana sampai master dibidang arsitektur, Crown mulai diakui.

Crown didirikan Iwan pada tahun 1996. Yang awalnya ia hanya mempekerjakan mahasiswa agar bayarannya lebih murah, kini ia sudah mempunyai banyak karyawan dan bahkan mempunyai kantor perwakilan di beberapa negara.

Berbagai cerita pahit telah dilalui oleh Iwan. Di tahun 2004-2006 suku bunga melambung tinggi dan keadaan saham yang baik membuat dunia properti sempat lesu.

“saya mengingat betapa besar tekanan yang dihadapi pada saat itu karena lambatnya penjualan sedangkan bunga bank dan pengeluaran-pengeluaran yang lain terus mengalir dengan deras. Beberapa teman menasihati kami agar menjual aset-aset. Ada juga yang menasihati untuk pindah haluan dari bisnis properti ke bisnis yang lain. Namun, saya tidak patah semangat dan terus berusaha untuk mempertahankan bisnis ini,” cerita peraih penghargaan Entrepreneur of The Year 2013 dari Diaspora Indonesia.

Ditengah kesulitan itu salah satu rekannya menganjurkan ia untuk membaca buku Blue Ocean Strategy oleh W. Chan Kim. Dari buku tersebut Iwan mendapat pelajaran konsep menciptakan peluang pasar  yang tidak ada kompetisi dan memnuat persaingan menjadi tidak relevan. Hal ini lah yang mengantarkan ia menciptakan Gallery by Crown : apartemen bintang lima bergaya resor dengan mengedepankan fasilitas mewah seperti club house, lobi mewah, ruang baca, ruang musik, kolam renang dan juga taman yang asri. Dan proyek ini sukses total. Usaha senila 28 juta dolar AS kini memeiliki portfolio proyek 3 miliar dolar AS.

Bagi pria asal Kalimantan ini fokus dan menciptakan yang terbaik serta out of the box adalah yang terpenting.

“sering kali perusahaan yang sudah berkembang besar mempunyai kecenderungan sudah merasa mengerti semuanya. Hal ini berbahaya karena akan membuat perusahaan ketinggalan zaman. Saya masih sering belajar dari industri yang tidak berhubungan dengan properti.” Tuturnya.

Kini ia kembali ke Tanah Air dan mulai membangun di Indonesia. Ia berharap dapat membawa dampak yang positif.

[MZ]



Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment