Ketua Umum Aspidi : Impor Daging Kerbau dari India Justru Menimbulkan Masalah Baru


INDOAU.COM – Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menekan harga daging sapi yang kini tengah melambung. Daging sapi kini dijual dengan kisaran harga Rp 120.000 – 140.000/kg. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuka impor dari negara zona based, negara yang dinyatakan belum 100% bebas dari penyakit kuku dan mulut (PMK), seperti India, Argentina, Brasil, dan sejumlah negara Afrika.

Sebelumnya impor daging dilakukan berdasarkan country based, dan bergantung pada Australia dan Selandia Baru. Kini India menjadi salah satu opsi yang dipilih untuk memasok daging ke Indonesia.

Thomas Sembiring sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi (Aspidi), mengatakan bahwa rencana impor daging kerbau dari India justru akan menimbulkan masalah baru, yaitu harga daging yang lebih fluktuatif akibat ketidakpastian pasar, dan harga daging sapi dapat kembali melambung.

"Kami importir dan feedloter takut mau impor, ini baru rencana sudah takut. Orang mau rencana impor buat 4 bulan nanti, jadi was-was kalau tiba-tiba daging India masuk, karena impor sapi itu perlu perencanaan lama. Harus digemukkan dan sebagainya," jelas Thomas dilansir dari detikFinance, Jumat (15/4/2016).

"Akibat orang takut impor sapi gara-gara daging India, akhirnya barang kosong. Dampaknya harga malah bisa sangat tinggi karena barang kosong. Pengusaha mana sih yang mau rugi, kalau impor tapi tiba-tiba harga jatuh karena kerbau India. Harga makin fluktuatif, harusnya pemerintah pikirkan itu," tambahnya.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa pemerintah harus memikirkan dampak jatuhnya harga bagi peternak lokal.

"Katanya pemerintah ini kan mau buru-buru bisa segera impor. Alasannya biar harga turun saat Idul Fitri. Kalau harga daging jatuh peternak lokal ogah mau jual. Kalau sudah begitu mereka pilih lebih baik jual nanti 2 bulan lagi pas Idul Adha," pungkas Thomas.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment