Rodrigo Duterte Akan Putus Hubungan Diplomatik dengan Australia dan AS Jika Terpilih Menjadi Presiden


INDOAU – Kandidat calon presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memperingatkan bahwa ia siap untuk memutus hubungan diplomatik dengan Australia dan AS, setelah duta besar mereka mengkritik pernyataan Duterte tentang pemerkosaan seorang misionaris Australia.

Mr Duterte juga mengatakan kepada duta besar untuk “menutup mulut mereka”  seiring kontroversi yang berkelanjutan atas perkataan Duterte.

“Jika saya menjadi presiden, putuskan hubungan diplomatik,” kata pria berusia 71 tahun itu dalam kampanye, Rabu malam.

Pada awalnya ia menolak untuk meminta maaf. Begitu juga dengan pendukungnya yang menyebutkan bahwa Duterte tak bersalah meskipun yang diucapkannya dapat menyinggung warga Australia. 

Kemudian beberapa waktu kemudian ia mengatakan bahwa ia meminta maaf atas apa yang ia ucapkan. Ia mengatakan bahwa terkadang mulutnya sedikit jahat dan tak berpikir panjang.

Namun meskipun demikian, dalam kampanye ia berulang kali mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak akan meminta maaf.

Duta Besar Australia Amanda Gorely memberikan komentar pada perkataan yang disebut-sebut sebagai lelucon dalam sebuah pernyataan di Twitter : “Pemerkosaan dan pembunuhan tidak boleh dijadikan lelucon atau menyepelekan kekerasan terhadap perempuan tidak dapat diterima kapanpun, dimana pun.”

[MZ]

Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment