Seorang Wanita Disekap 6 Rekan Bisnisnya dan Diancam Ditelanjangi Bahkan Diceburkan ke Laut

Disekap 6 Pria, Pengusaha Wanita Diancam Ditelanjangi hingga Dikubur Hidup-hidup
Lokasi penyekapan (Foto: Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya)
INDOAU.COM – Enam orang pria menyekap seorang wanita bernama Puspita Widyasari (42). Ke enam orang ini merupakan rekan bisnisnya sendiri. Puspita disekap selama empat hari di kantor salah satu dari enam tersangka di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Puspita mendapatkan ancaman dari para pelaku keji tersebut.

"Motifnya ini masalah utang-piutang. Sebenarnya korban tidak berutang kepada pelaku, tetapi temannya. Cuma karena korban yang jadi perantara, sehingga korban yang dicari-cari," jelas Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso dilansir dari detikcom, di ruangannya, Jumat (8/4/2016).

"Otak pelakunya adalah Adnan, Direktur PT Nahda Mentari," tambah Eko.

Pada tanggal 4 April lalu korban berangkat dari Cileungsi, Bogor, bersama rekan bisnisnya. 

"Kemudian korban ke Ramayana, Tanjung Priok bersama rekan bisnisnya itu. Nah karena pelaku selama ini berhubungan dengan korban, maka korban dihubungi terus untuk menyelesaikan pembayaran solar senilai Rp 620 juta ke pelaku," jelasnya.

Kemudian Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Aszhari Kurniawan mengatakan bahwa setibanya di Tanjung Priok korban ditemui pelaku bernama Adnan, 25 tahu, dan lima pelaku lainnya.
"Kemudian korban diajak ke rumah yang dijadikan kantor pelaku berinisial AD, PT Nahda Mentari di Jl Kebun Bawang, Tanjung Priok untuk menyelesaikan permasalahannya di situ," kata Aszhari.

"Tidak ada penganiayaan, hanya diintimidasi. Diancam akan diceburkan ke laut, kemudian diancam dikubur hidup-hidup. Ada juga tersangka yang mengancam 'kalau kamu laki-laki, saya telanjangin kamu'," ungkapnya.

Keluarga korban merasa curiga karena Puspita tidak pulang sejak 4 April llau, kemudian mendapatkan informasi dari ponsel korban bahwa ia disekap di sebuah rumah di Tanjung Priok.Kemudian keluarga Puspita melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya, Kamis (7/4). 

Tim Unit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kompol Azhari kemudian menggerebek TKP dan berhasil mengamankan korban serta para pelaku.

"Korban saat ditemukan dalam kondisi sehat, tetapi syok," lanjutnya.

Para pelaku mendapat hukuman penjara maksimal 8 tahun penjara sesuai  Pasal 333 KUHP tentang merampas kebebasan orang lain dengan ancaman .

[MZ]

Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment