Sopir Taksi Takut dipaksa Pensiun Tanpa Tabungan Setelah Program Pemerintah Membuat Platnya tak Berharga

Pat Hart stands in front of her taxi.
ABC News: Emily Piesse

INDOAU.COM – Sopir taksi veteran mengatakan bahwa ia takut akan dipksa pension jika rencana deregulasi pemerintah membuat plat taksinya tidak berharga.

Pat Hatt telah mengemudi taksi di Perth sejak tahun 1978.

Ia membeli plat taksinya dari pemerintah Australia Barat satu decade kemudian sekitar $70.000.

Ia mengatakan bahwa pemerintah mengisukan ‘plat premium’ untuk driver yang sudah berada dalam industri tersebut selama waktu tertentu dan bersifat intensif.

Mr Hart berencana menjual plat taksinya sekitar $300.000 untuk dana pensiun
“Belum ada plat yang terjual dalam enam bulan terakhir, sehingga ada dapat mengatakan bahwa barang tersebut tidak bernilai sama sekali,” katanya.

Wanita berusia 68 tahun ini mengatakan bahwa pemerintah harus menawarkan kompensasi bagi pemilik plat, seperti bantuan yang diberikan pada petani kentang.

“Jika pemerintah mampu membayar Potato Board, maka mereka pasti mampu membayar industri taksi,” katanya.

“Ada lebih banyak sopir taksi diluar sana dibandingkan petani kentang. Saya tahu menanam kentang adalah bisnis yang sulit, namun begitu pula dengan industry taksi.”

Ms Hatt mengatakan deregulasi industry di negara lain menyebabkan harga plat taksi jatuh dua pertiga dari harga sebelumnya.

“saya sudah menyerahkan hati dan jiwa saya pada industri ini,” katanya.
“Saya tidak pernah mendapat keluhan, dan selalu menjaga mobil dalam keadaan baik.”
“Mengemudi taksi bukanlah pekerjaan mewah atau dengan bayaran tinggi, namun anda berharap setidaknya pensiun dengan wajar di akhir 40 tahun mungkin.”

[MZ]


Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment