Wujal Wujal : Kota Pertama yang Larang Sales door-to-door

ABC
INDOAU.COM – Merasa terganggu oleh sales yang mengetuki pintu selama bertahun-tahun, kota Wujal Wujal di Negara Bagian Queensland jadi kota pertama di Australia yang melarang adanya praktek sales door-to-door.

Saat anda memasuki kawasan Wujal Wujal, maka anda akan melihat papan larangan untuk siapa saja yang mengetuk pintu dengan tujuan menawarkan produknya.
Dilansir dari ABC, Walikota Desmond Tayley mengatakan bahwa selama ini sales bertindak sesuka hati mengganggu warga kotanya.

"Umumnya sih mereka menawarkan barang, ada yang datang membujuk penghuni rumah untuk mencicil produk tertentu, ada juga yang menawarkan pendingin air," katanya.

"Produk pendingin air ini, benar-benar memanfaatkan kondisi cuaca di sini yang sangat panas di waktu-waktu tertentu. Banyak konsumen yang tidak menyadarai bahwa mereka terlilit harga yang mahal," kata sang walikota.

"Warga saya banyak yang tidak sanggup lagi membayar. Makanya kami ingin mengirimkan pesan kepada sales itu bahwa mereka tidak lagi diterima di kota ini," tegasnya.

Biasanya di Australia, rumah yang tak ingin diganggu oleh sales door-to-door akan memasang stiker di tempat yang mudah terlihat dengan tulisn “Dilarang Mengetuk Pintu”.

Kini Kota Wujal Wujal melakukan hal serupa dengan memasang papan reklami di sudut-sudut kota.
"Para sales itu tidak diterima di kota ini," tegas sang walikota.

Menurut aktivis LSM Aaron Davis pun sales di kota yang dihuni warga aborigin ini memang telah membuat banyak warga menderita.

"Banyak warga yang mau saja mengambil barang yang ditawarkan, padahal mereka tidak sanggup membayarnya, sehingga menimbulkan kesulitan keuangan bagi mereka," jelas Davis.

"Akhirnya mereka bahkan sulit membayar kebutuhan mendasar seperti tagihan listrik atau sewa rumah," tambahnya.

Sudah ada beberapa perusahaan yang dibawa ke pengadilan atas praktek sales door-to-door, termasuk perusahaan ritel listrik dan perusahaan jasa pemakaman.

[MZ]

Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment