Anak Jatuh ke Kandang Gorila, Sang Ibu Minta Publik Berhenti Menghakimi Dirinya

Foto: Gorila Harambe (Change.org)

INDOAU.COM – Kematian Gorila bernama Harambe di kebun binatang Cincinnati, AS, mengundang warga AS melakukan petisi yang menuntut kelalaian seorang ibu yang anaknya jatuh ke kandang Harambe dan berujung pada penembakan Harambe.

Dilansir Reuters, Selasa (31/5/2016), Michelle Gregg yang mengaku di Facebook sebagai ibu dari anak itu mengatakan, anaknya sudah pulih dari gegar otak dan beberapa goresan. Ia juga meminta publik berhenti menghakimi dirinya atas insiden itu.

Minggu (29/5/2016), keluarga tersebut menyatakan belasungkawa kepada pihak kebun binatang yang kehilangan gorila berusia 17 tahun itu.

"Kami sangat berterima kasih kepada Tuhan bahwa anak kami aman. Dia adalah rumah dan baik-baik saja," kata pernyataan itu.

"Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kami untuk tindakan cepat oleh staf kebun binatang Cincinnati. Kita tahu bahwa ini adalah keputusan yang sangat sulit bagi mereka, dan bahwa mereka berduka karena kehilangan gorila mereka."

Direktur kebun binatang, Thane Maynard mengatakan, insiden ini terjadi untuk pertama kalinya dalam 38 tahun sejak Harambe mulai dipamerkan. Mereka juuga mengaku kehilangan Harambe.

"Kami patah hati kehilangan Harambe, tapi kehidupan seorang anak dalam bahaya dan keputusan cepat yang harus dibuat," kata Maynard dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Selain menyalahkan ibu dari bocah itu, publik juga menyalahkan petugas yang tak mengambil langkah pembiusan kepada Harambe, bukan langsung menembak mati.

Maynard mengatakan, pilihan tersebut tak mungkin diambil karena efeknya tak langsung.

"Dampak dari panah (bius) bisa mengganggu hewan dan bisa menyebabkan situasi yang jauh lebih buruk," ujarnya.
 
Artikel terkait : 
 
 
 
[FY]

Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment