Antar Jamala pada Gelar Juara, Lagu '1944' Malah Bikin Rusia Tersinggung


Jamala Nyanyikan Lagu 1944 di Eurovision
INDOAU.COM – Kemenangan penyanyi asal Ukrain, Jamala, di ajang Eurovision ternyata menimbulkan kontroversi dan membuat Rusia bereaksi.

Lirik lagu yang dibawakan Jamala saat final yang berjudul ‘1944’ ternyata sangat sensitif bagi Rusia. Lagu tersebut menceritakan peristiwa deportasi paksa orang-orang Tatar Krimea dari Semenanjung Krimea di tahun 1944 atas perintah Joseph Stalin.

Dilansir dari CNN, Minggu (15/5/2016), kantor berita resmi milik Rusia menyebut, dibawakannya '1944' dalam ajang Eurovision telah melanggar aturan. Pernyataan itu merujuk pada aturan kontes yang melarang lirik, pidato, atau gerakan yang berbau politik.

Bahkan lebih keras lagi, salah satu media Eropa menyebutkan lagu tersebut adalah dorongan kuat bagi  Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengerahkan kekuatan militer ke Ukraina.

Jamala berhasil menjadi juara dengan mengungguli kontestan Australia Dami Im dengan poin sebanyak 534. Dan Rusia sendiri berada di urutan ketiga dengan memperoleh 491 poin.

Kepada Ukraine Today, perempuan bernama lengkap Susana Jamaladynova itu mengatakan bahwa ia menulis lagu tersebut karena terinspirasi cerita pengusiran yang dialami keuarga nenek buyutnya dan juga sejumlah etnis Tatar Krimea lainnya.

"Saya lebih memilih semua kejadian mengerikan itu tidak pernah terjadi kepada nenek buyut saya dan saya bahkan lebih memilih lagu itu ('1944') tidak pernah ada," ujar perempuan itu dengan air mata mengalir di pipinya.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment