Australia Ingatkan Bali Agar Tetap Waspada Terhadap Pelaku Pedofil

Robert Ellismmelakukan kejahatan seksual terhadap 16 perempuan di Bali. Foto: ABC News, Samantha Hawley.

INDOAU.COM – Dalam satu tahun terakhir ini lebih dari 100 terpidana Australia terkait kasus seksual mencoba untuk masuk ke Indonesia.

Dalam perjanjian antara pemerintah Indonesia dan Australia, petugas imigrasi di Australia dan Kepolisian Federal Australia akan memperingatkan Indonesia saat ada pedofilia yang pernah maupun masih dalam proses hukum bepergian ke Indonesia.

Dalam daftar tersebut terdapat nama, paspor, nomor penerbangan, dan tanggal perjalanan ke Indonesia.
“Kasus pedofilia harus dihentikan. Itu sebabnya polisi mengambil dua langkah," kata Kepala Kepolisian Daerah Bali, Inspektur Jenderal Sugeng Priyanto.

"Pertama adalah pencegahan, langkah lain adalah represif. Pencegahan dilakukan melalui kampanye soal adanya ancaman bagi anak-anak bawah umur, sementara represif dilakukan melalui penegakan hukum."

Salah satu pedofil itu adalah Robert Andrew Fiddes Ellis, 69 tahun, dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap 16 anak perempuan berusia antara tujuh hingga 17 tahun, selama dua tahun dari 2014.

Kantor kejaksaan Denpasar mengatakan bahwa Robert mengaku bersalah dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Salah satu yang diduga korban adalah wanita bernama Sekar yang bekerja di sebuah pasar.

Robert memikat korbannya dari pantai Kuta, Bali, dengan cara memberi mereka pakaian, sepeda dan uang.
Kemudian Robert diduga membawa korban ke rumahnya untuk dimandikan sebelum melakukan aksi kejinya.

"Ia memberi saya Rp 100.000, yang paling besar adalah Rp 300.000. Saya pergi ke sana sekali dan dia memberi saya Rp 250.000," kata Sekar.

"Di pantai Kuta, saya sedang mandi dan dia meminta saya untuk pergi bersamanya. Saya pergi ke rumahnya di sore hari dan tidak pulang sampai pagi hari."

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment