Chef Asal Melbourne Dibayar Rp 2 Juta Untuk Rebus Telur

ilustrasi (Courtesy ShutterStock.com)

INDOAU.COM – Dan Lepard berbagi pengalamannya manjadi chef pribadi bagi sejumlah orang kaya di berbagai negara. Ia biasa menjelajahi Ney York setiap paginya hanya untuk merebus telur untuk sarapan orang-orag kaya. Bayarannya pun mengejutkan, yaitu mencapai 200 dollar atau sekitar Rp 2 juta.

Lepard mengatakan bagi orang kaya uang bukanlah masalah.

"Mereka juga tidak selalu merasa nyaman berada di restoran. Mereka ingin mengatur lingkungannya sendiri," ujar Lepard.

Kini Lepard tengah menikmati karirnya sebagai chef dan juga bintang TV setelah sebelumnya menjadi chef pribadi orang kaya termasuk artis David Hockney.

Chef Dan Lepard.
Chef Dan Lepard Lahir Tahun 1964

Dalam menjalani profesinya itu, ia biasanya terlibat dalam menyiapkan menu pesta pantai bintang Hollywood. Ia juga bertanggung jawab menyiapkan segelas jus atau sepotong roti bakar.

"(Dengan menjadi chef pribadi) anda menjadi bagian dari keluarga mereka, menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam," tuturnya.

"Mereka mau anda berada di sana. Mereka memperlakukanmu sebagai anggota keluarga yang digaji," kata Lepard.

"Sebagai chef anda sudah menjadi bagian dari keluarga mereka. Namun bagaimana pun itu kehidupan mereka, bukan kehidupan anda," katanya.

Namun dibalik kedekatannya dengan klien membuat ia merenung dan kadang bingung dengan kehidupannya sendiri.

Ia mengatakan ada perbedaan antara chef pribadi dan chef restoran.

"Ibaratnya yang satu bodyguard dan satunya lagi tentara. Yang pertama bekerja untuk satu orang sedang yang terakhir bekerja sebagai pasukan," katanya.

"tentara juga memandang remeh para bodyguards dan sebaliknya,"

Menurut Lepard, biasanya chef retoran menganggap chef pribadi sebagai cara mudah menjalani profesi chef itu sendiri.

"Chef pribadi dianggap bisa seenaknya saja dan mendapat gaji tinggi. Padahal tidak demikian," katanya lagi.
"Klien tidak tertarik dengan ego atau opini seorang chef, terutama mengenai bagaimana orang berada itu menjalani kehidupan mereka," tuturnya.

Misalnya jika pergi ke restoran, maka satu menu mungkin cukup dinikmati sekali sebulan.

"Sebagai chef pribadi, anda harus masak makanan yang bisa mereka makan setiap harinya," ujar Lepard.

Ia mengatakan bayaran Rp 2 juta untuk merebus telur menjadi faktor ia meninggalkan profesinya sebagai chef pribadi.

"Saya merasa ini bukan saya. Saya hanya ingin kembali ke dapur dan memasak," katanya.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment