Ditemukan Gigi Misterius pada Bangkai Paus Langka di Australia Selatan

Bangkai ikan paus berparuh yang sangat langka ini ditemukan tersapu di di Waitpinga Beach, Australia Selatan.. (Credit: Audience submitted)

INDOAU.COM – Seekor ikan paus berparuh langka ditemukan mati di pantai Australia Selata, Februari lalu. Hal tersebut membuat para ilmuwan bingung karena terdapat dua  gigi tambahan yang misterius.

Penemuan bangkai ikan paus ini berbarengan dengan peristiwa meninggalnya seorang remaja perempuan di Pantai  Waitpinga dekat kota wisata, Victor Harbor. 

Akhirnya tim  dari Museum Australia Selatan di Adelaide ditugaskan untuk memeriksa bangkai tersebut.

"Ketika Kami datang ke pantai itu cuacanya sangat berangin dan kami mengemudi ditengah hujan dan kita melihat kalau itu adalah paus berparuh," kata ilmuwan peneliti senior Dokter Catherine Kemper.

"Saat kami melakukan diseksi, setelah kami lakukan pengukuran dan foto-foto, kami mulai melihat bagian rahangnya  karena itulah salah satu bagian khas dari ikan paus berparuh.

"Bagian rahangnya sangat aneh. Saya tidak tahu apa itu, karena gigi ini adalah sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya."

Gigi pada paus betina biasanya tidak sampai keluar menembus rahang atasnya. Namun paus ini memiliki dua gigi kecil dan runcing.

"Saya berpikir, 'apakah kita memiliki spesies baru dari ikan paus disini?'," Kata Dr Kemper.

Para ilmuwan mendapatkan petunjuk saat bangkai paus tersebut dibawa ke pusat maserasi museum, di mana tengkorak itu ditelanjangi dan dibersihkan oleh bakteri dalam tong air hangat.

"Saya menemukan sebuah gigi yang lebih besar di bawahnya, yang merupakan gigi dari ikan paus berparuh Hector," kata David Stemmer, Manejer Koleksi Museum.

"Itu masih menarik, dan meskipun kita sekarang tahu ikan paus itu adalah dari spesies yang sudah diketahui, tapi tetap saja itu bukan spesies yang sering kita temukan di Australia dan sejauh ini itu adalah spesimen ketiga yang pernah kita kumpulkan di Australia Selatan."

Tim kemudian menghubungi rekan-rekan di museum seluruh dunia, termasuk Institut Smithsonian di Amerika Serikat, tapi belum menemukan jawaban untuk dua gigi vestigial.


Dr Kemper mengatakan bahwa para ilmuwan mungkin belum tahu alasan mempelajari spesies tersebut, meskipun paus tersebut telah dikumpulkan, dibersihkan dan dimasukan dalam katalog oleh Museum Australia Selatan.

"Semakin banyak yang kita ketahui tentang hewan kami, semakin mudah untuk melestarikan mereka," kata Dr Kemper.

"Tanpa pengetahuan itu, amat sulit untuk mengetahui apa yang terjadi dan untuk memantau apakah kelestarian populasi paus hector ini baik.”

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment