Apa yang Terjadi pada Psikologis Anak Saat Orang Tua Bercerai?

Ilustrasi Perceraian. ©2015 Merdeka.com


INDOAU.COM – Perceraian menjadi jalan yang sering diambil saat pasangan merasa sudah tak cocok. Namun, keputusan ini berdampak pada keadaan psikologis anak-anak.

"Paling terasa itu karena perceraian itu enggak dirasakan semua orang, anak jadi merasa berbeda dari yang lain. Sebagai kaum minoritas, anak bisa merasakan sedikit-sedikit insecure atau gak dimengerti orang lain," kata Denia Putri prameswari, praktisi pendidikan anak usia dini.

Denia mengatakan hal tersebut membuat anak menjadi tidak percaya diri, atau menjadi penyebab perceraian orang tuanya. Selain itu, perceraian juga ternyata berdampak pada kesehatan dan pendidikan anak.

"Terakhir, gangguan secara sosial seperti anak menjadi susah dekat dan percaya bahwa ada orang-orang yang lebih baik. Ini karena orang yang dekat dengan dia malah meninggalkan dia dan gak menutup kemungkinan kalau orang baru juga akan meninggalkan dia," lanjut Denia saat ditemui dalam Diskusi: Bagaimana Menjelaskan Perceraian pada Anak, di Gedung Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Denia menyarankan agar adanya pendeketan dan penjelasan kepada anak apa itu perceraian.

"Jadi orang tua memberikan pemikiran jika perceraian bukan akhir dari keluarga, ini hanya papa mama enggak bisa bersama lagi. Namun, kamu tetap bagian dari keluarga ini," lanjut Denian yang baru saja meluncurkan buku 'Kami Tetap Menyayangimu Kelinci Kecil'.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment