Jokowi Terbitkan Perppu Kebiri Bagi Penjahat Seksual Pada Anak



INDOAU.COM -- Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Perlindungan Anak yang diumumkan Rabu (25/5/2016) menyatakan sanksi tambahan berupa pengumuman indentitas pelaku kekerasan seksual anak, kebiri kimia dan pemasangan cip disertai rehabilitasi.

Dalam Pasal 81 A dan Pasal 82 A yang disisipkan di antara Pasal 81 dan Pasal 82, serta Pasal 82 dan Pasal 83 disebutkan syarat-syarat yang menyertai sanksi pidana tambahan yakni:

- Kebiri dan pemasangan cip dikenakan maksimal 2 tahun dan dijalankan setelah terpidana menjalani pidana pokok

- Institusi yang mengeksekusi dan mengawasi sanksi pidana tambahan ini secara eksplisit disebutkan di bawah Kemenkum HAM, Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan.

- Pelaksanaan kebiri kimia disertai rehabilitasi

- Pelaksanaan tindakan dan rehabilitasi akan diatur dengan Peraturan Pemerintah

Selain itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memuji langkah Presiden Jokowi yang menerbitkan Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, atau yang dikenal dengan Perppu Kebiri. Langkah Jokowi dinilai menunjukkan bahwa pemerintah hadir melindungi anak-anak dari pelaku kejahatan seksual anak.

"Penerbitan Perppu ini menunjukkan komitmen serius Presiden dalam pencegahan dan penanganan kasus kejahatan seksual terhadap anak. Perppu ini diharapkan dapat mmberikan efek jera sehingga dpt mencegah tindak kejahatan seksual terhadap anak," terang Ketua KPAI Asrorun Niam, Rabu (25/5/2016).


"Di tengah pro kontra soal urgensi penerbitan Perppu, Presiden mengambil keputusan yang sangat radikal dan bisa menjadi tonggak kepeloporan dalam perlindungan anak. Langkah ini sebagai langkah politik tegas dari presiden yang memimpin, yang akan menjadi langkah strategis dan penting dalam penanganan kasus kejahatan seksual terhadap anak," terang Niam.

"Perppu ini menemukan urgensinya untuk mengatasi kegentingan atas fenomena kejahatan seksual terhadap anak yang semakin meningkat signifikan," tegasnya.

[MZ]


Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment