Mantan Pengungsi Vietnam diangkat Jadi Uskup Baru Parramatta

paramatta bishop
Uskup Vincent mengatakan akan berusaha menangani masalah radikalisme di wilayah keuskupannya. (Foto: Catholic Archdiocese of Melbourne)
INDOAU.COM – Seorang mantan pengungsi asal Vietnam diangkat menjadi seorang Uskup Wilayah Parramatta dan berjanji akan menangani masalah radikalisme di wilayah Sydney Barat.

Vincent Long Van Nguyen melarikan diri dari Vietnam bersama keluarganya saat ia  masih muda, mereka mendarat di Malaysia dan tinggal lebih dari satu tahun di kamp pengungsi.

Kemudian pada tahun 1980-an ia pindah ke Australia , tak lama kemudian masuk seminari untuk menjadi pastor Katolik.

Selama beberapa tahun ia menjadi seorang pastor yang bekerja di Keuskupan Melbourne dan hari Kamis (5/5/2016) diangkat secara resmi oleh Paus Fransiskus sebagai Uskup Parramatta yang keempat.

"Masalah radikalisasi sering kali bertalian dengan pengangguran, perasaan tidak diterima dalam masyarakat atau merasa tidak dihargai." kata Uskup Vincent.

"Saya kira kita harus membantu anak-anak muda, membantu mereka yang berasal dari Timur Tengah atau dari kalangan Islam, untuk melihat mereka sebagai bagian dari masyarakat sehingga mereka tidak terkucil dan malah bergabung dengan kelompok radikal."

Ia mengatakan akan bekerjasama dengan pemeluk agama Islam untuk mengatasi masalah tersebut.

"Kita perlu bekerja sama dengan berbagai organisasi untuk menciptakan harmoni dan intergrasi yang memang dikenal sudah dikenal lama terjadi di Australia."

Ia juga mengatakan apabila kebijakan pemerintah Australia terkait pencari suaka diterapkan saat ia pindah ke Austalia maka kehidupannya akan berbeda.

"Bila saya datang hari ini, dan bukannya 30 tahun lalu, saya akan disuruh pulang lagi atau mungkin dimasukkan ke dalam pusat penahanan di luar Australia." katanya.

"Saya kira ini tragedi besar bahwa kita tidak merespon krisis yang ada sekarang seperti dulu ketika terjadi perang Vietnam."

"Australia saya kira, lebih ramah menerima pengungsi dan migran di tahun 1970-an dan 1980-an."

"Tentu saja waktu itu merupakan keputusan yang berani untuk menerima pengungsi asal Vietnam. Yang datang tidak satu kapal saja, tapi ada sejumlah besar, dan kami diterima, dimukimkan dan diintegrasikan." katanya lagi.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment