Para Ilmuwan Australia Lakukan CT Scan untuk Industri Daging Olahan

Pemindai x-ray terkomputerisasi (CT Scan) digunakan untuk menyesuaikan mesin DEXA dan teknologi pengukuran lainnya. (Foto: Murdoch University)

INDOAU.COM – Ilmuwan Australia lakukan CT scan pada daging olahan. Menerapkan teknologi mutakhir seperti x-ray dan juga pencitraan 3D untuk mengolah daging Australia disebut sebagai cara baru merevolusi industri tersebut.

Uji yang dilakukan sampai saat ini, telah mendorong proyek penelitian senilai 11 juta dolar atau sekitar Rp 110 miliar. Lembaga ‘Meat and Livestock Australia’ (MLA) dan Universitas Murdoch memimpin proyek tersebut.

Program Penelitian dan Pembangunan Daerah Pedesaan untuk Profit milik Pemerintah Australia akan turut mendanai sebesar 4,8 juta dolar atau sekitar Rp 48 miliar untuk proyek empat tahun tersebut

MLA, perusahaan ‘Australia Pork Limited’ dan Korporasi Prosesor Daging Australia bersama dengan sejumlah pengolah daging dan pemasok ‘Teys Australia’, JBS dan ‘Australia Country Choice’, juga akan memberikan kontribusi dana untuk penelitian.

Dr Graham Gardner dari Universitas Murdoch mengatakanbahwa ia berharap proyek tersebut akan memungkinkan pengukuran hewan yang lebih akurat, dan pada akhirnya mendapatkan kualitas daging yang lebih baik pula.

Ia juga menambahkan, penelitian tersebut akan menggunakan perangkat absorptiometri (analisis kimia) dual x-ray (DEXA) yang dapat mengukur dan membedakan daging dari lemak dan juga tulang.

"Saya ingin berpikir bahwa, mungkin, dalam waktu dua tahun, kami mungkin bisa mendapat respon yang baik dari petani atas dasar hasil daging yang keluar dari pengukuran perangkat itu," jelasnya tentang dampak penelitian yang bisa dialami pada produsen domba.

"Sebagian besar teknologi lainnya berada dalam fase konsep mereka," sambungnya.

Dr Graham membeberkan kurangnya transparansi tentang cara hewan tersebut dijual, terutama untuk pemotongan hewan.

"Jika kami bisa masuk dan mengganti beberapa pengukuran yang dilakukan dalam sistem itu dengan teknologi yang lebih canggih, maka Anda menarik keluar manusia yang artinya hemat tenaga kerja," jelas Dr Graham.

"Ini juga menghilangkan beberapa ambiguitas di beberapa data yang dihasilkan karena mesin-mesin sangat berulang dan bisa diandalkan dari hari ke hari," imbuhnya

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment