Pemerintah Sederhanakan Visa Belajar ke Australia Mulai 1 Juli 2016

Setiap tahunnya sekitar 500 ribu pelajar internasional berada di Australia

INDOAU.COM - Mulai 1 Juli 2016, Pemerintah Australia akan melakukan beberapa perubahan pada proses mendapatkan visa belajar bagi pelajar internasional. Proses tersebut diharapkan akan lebih sederhana dibanding sebelumnya.

Sebuah keterangan dari situs Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan , www.border.gov.au, menjelaskan bahwa semua pelajar internasional mulai sekarang hanya perlu mengajukan satu jenis visa saja yaitu subclass 500, tanpa melihat mengenai jurusan atau jenis sekolah yang akan mereka ambil di Australia.

Pengajuan visa belajar juga hanya bisa dilakukan secara online.

Selain itu, akan ada kerangkakerja baru untuk melihat bukti kemampuan berbahasa Inggris, dan kemampuan keuangan yang harus ditunjukkan para pelajar ketika mengajukan visa.

Dalam aturan baru ini juga akan diatur mengenai kemampuan membiayai studi ketika berada di Australia.

"Seluruh pelajar internasional harus menunjukkan bahwa mereka memiliki dana yang cukup untuk membiayai studi dan biaya hidup selama di Australia. Walau pemegang visa belajar boleh bekerja dengan jumlah jam kerja tertentu, namun itu tidak bisa dijadikan pegangan untuk membiayai mereka." tulis Departemen Imigrasi.

Setiap pelajar internasional harus menunjukkan penghasilan tahunan sedikitnya $ 60 ribu (sekitar Rp 600 juta). Begitu juga pelajar yang membawa anggota keluarga harus menunjukkan penghasilan tahunan sekurangnya $ 70 ribu (sekitar Rp 700 juta).

Penghasilan tersebut harus berasal dari pelajar tersebut atau dari orang tua mereka. Dan gabungan penghasilan kedua orang tua bisa dijadikan syarat.

Aturan tersebut digunakan untuk menentukan apakah mereka akan mampu membiayai pendidikan selama berada di Australia.  Mulai 1 Juli 2016, pemerintah Australia memperkirakan bahwa biaya hidup seorang pelajar dalam masa satu tahun adalah $ 19,830 (sekitar Rp 200 juta), dengan pasangan hidup akan menghabiskan $ 6.940 (sekitar Rp 70 juta), dan seorang anak akan menghabiskan biaya $ 2970.

Keterangan lebih lanjut dapat dilihat di ImmiAccount.

[MZ]

Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment