Peta Tasmania dan Asia Berusia 400 Tahun direhabilitasi Universitas Melbourne

history
Peta kuno kawasan Timur dan Kepulauan Asia yang mencakup kawasan Belanda Baru dan Tasmania buatan Belanda tahun 1633 akan dianalisis dan direhabilitasi oleh tin konservator dari Universitas Melbourne. (Credit: ABC)

INDOAU.COM -- Peta Kepulauan Orientalis tahun 1633 buatan Belanda, sive Asiaticus (Timur dan kepulauan Asia) merupakan salah satu benda yang paling langka di dunia – juga sangat rentan.

"Tugas ini sangat menyita perhatian Saya,” kata Pete Faulkner, pengusaha bangunan yang menghabiskan waktu 3 minggu untuk merancang dan membuat peti kayu besar yang akan digunakan untuk mengangkut harta berharga milik Perpustakaan Nasional Australia (NLA) tersebut.

Peta itu akan dibawa dari Canberra ke Melbourne.

"Saya banyak melakukan perekatan dan menempel dan mengukur,”

"Pada akhirnya kami harus meletakan kotak kayu diatas kotak kayu dengan perlindungan yang baik ..Kami berusaha mengeluarkan lembaran peta itu tanpa menyentuhnya sama sekali,” katanya.

Menurut pakar Kartograp asal Belanda, Joan Blaeu, peta tersebut menggambarkan awal dari New Holland dan Tasmania dan dokumen yang menjadi sumber rujukan pembuatan peta-peta Australia selanjutnya.

Manager pelestarian artefak dari NLA, Danyl Cloughley mengatakan bahwa para tim konservator akan mengidentifikasi opsi perlakuan terbaik dalam menstabilkan dan melindungi peta tersebut.

"Universitas Melbourne diberikan seluruh akses untuk menggunakan seluruh peralatan yang bisa melihat jenis pelapis, jenis kertas maupun lapisan kain linen dibelakang peta tersebut – jadi kita akan memiliki pemahaman yang baik mengenai peta ini,” kata Cloughley.

Yang paling memprihatinkan adalah pada bagian vedigris — pewarna dasar berwarna biru kehijauan yang digunakan sebagai dekorasi – yang kondisinya telah berkarat selama berabad-abad sehingga membentuk kerak coklat pada permukaan peta ini.

"Kami akan mencoba dan melihat apakah kerak coklat itu benar-benar menjadi masalah, dan apakah kita perlu melakukan tindakan yang menggunakan zat kimia untuk menstabilkan ion-ion tembaga itu," kata Cloughley.

“Kami memiliki keyakinan yang sangat baik kalau pakar dari Universitas Melbourne ini memiliki kemampuan untuk bisa  melakukan pekerjaan yang menakjubkan dan kami berharap kondisi peta langka ini akan kembali dengan aman ke perpustakaan Nasional di Canberra, mudah-mudahan sebelum akhir tahun.

Dr Martin Woods, Kurator peta NLA, mengatakan bahwa ia berharap peta tersebut dapat ditampilkan kembali di tahun 2017 nanti.

"Peta ini sudah akan benar-benar bersih dan jelas,” kata Dr Woods.

"Orang-orang akan bisa melihat gambar dari New Holland dan memahami serta mengapresiasi bagaimana pentingnya peta ini,”


[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment