Sekolah di Indonesia Dapat Sumbangan Rp 600 Juta dari Industri Ternak Australia

Rotary Club of Jakarta Cilandak president Dick Slaney has been organising fundraising efforts for Rawinala. Carl Curtain (Credit: ABC)

INDOAU.COM –Dana sebesar $60 ribu atau sekitar Rp 600 juta berhasil dikumpulkan industri ternak hidup Australia untuk disumbangkan ke sekolah pelatihan guru untuk anak-anak difabel di Indonesia.

Sekolah Rawinala di Jakarta sudah memberikan pendidikan kepada anak difabel dan tuna netra selama 40 tahun.

Dan yang didapat dati Australia kali ini rencannya akan digunakan untuk membangun fasilitas pelatihan khusus bagi guru dari seluruh Indonesia untuk mendapat pelatihan bagaimana membantu anak-anak difabel.

Dick Slaney, pemimpin program pembiakan ternak Australia-Indonesia dan sekaligus presiden Rotary Club di Jakarta, mengatakan bahwa ada keperluan mendesak bagi pusat pelatihan guru tersebut.

"Hanya sekitar dua persen dari anak-anak difabel yang mengalami kesulitan melihat mendapat bantuan dari pemerintah di Indonesia." katanya.

"Klub Rotary kami sduah terlibat dengan Yayasan Rawinala melakukan beberapa proyek."

"Proyek terbesar adalah membangun fasilitas yang akan digunakan melatih para guru dari berbagai daerah di Indonesia sehingga mereka bisa kembali ke daerah masing-masing untuk melatih anak-anak difabel yang mengalami kesulitan penglihatan tersebut." kata Slaney.

Stanley mengatakan pembangunan fasilitas tersebut akan dilakukan mulai Oktober 2016, dengan penggalangan dana lainnya.

"Yang semula kami bayangkan 4-5 tahun lalu masih sangat susah untuk diwujudkan, sekarang hampir menjadi kenyataan."

"Kontribusi dari peserta konprensi tahun lalu sangat membantu."

"Ada begitu banyak anak-anak yang tidak memiliki apapun dalam hidup mereka. Senang bisa memberikan sumbangan sedikit untuk membuat hidup mereka lebih baik."

Dengan senang hati,Yayasan Rawinala menyambut baik penggalangan dana tersebut.

“Rotary Club Cilandak sangat mendukung Rawinala." Kata Ketua Yayasan Dwihardjo Sutarto mengatakan kepada ABC.

"Kami tidak mau menggunakan uang sumbangan itu untuk biaya operasi, karena kami akan menggunakan biaya operasi dari sponsor lainnya."

"Dana dari Rotary Club akan digunakan hanya untuk membangun gedung pelatihan."

"Sedikitnya kami bisa melakukan empat kali pelatihan dalam setahun."

"Dengan tempat penginapan di sana, kami bisa melatih 15-20 guru dalam satu kali pelatihan."

"Setelah beroperasi di tahun pertama, dan setelah kami memiliki pengalaman, mungkin kami akan bisa meningkatkan frekuensi pelatihan."

[MZ]



Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment