Tuntut Sopir Uber, Komisi Taksi Victoria Malah Diminta Bayar Denda

Foto: ABC News, Jean Edwards.

INDOAU.COM – Seorang pengemudi Uber di Melbourne, Nathan Brenner (54) berhasil memenangkan banding sehingga iidak perlu membayar denda $900 atau sekitar Rp 9 juta.

Nathan dituntut untuk membayar denda oleh Komisi Taksi Victoria, Desember lalu, atas beberapa tuduhan termasuk melakukan operasi kendaraan komersial tanpa izin.

Ia ditawari denda lebih rendah, dengan syarat ia harus berjanji di pengadilan untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai sopir uber.

Seorang hakim kemudian memutuskan untuk membela Nathan, berbalik menyerang tuduhan dan denda yang dijatuhkan pengadilan Melbourne . Dan giliran Komisi Taksi Victoria yang diperintahkan untuk membayar biaya denda yang dikeluarkan Nathan.

"Ini hanya membuktikan adanya celah atau kekurangan dalam hukum yang harusnya ditangani oleh pemerintah," katanya.

Pemerintah negara bagian Victoria sampai saat ini belum mengatur layanan taksi berbagi seperti Uber.

Jacinta Allan, menteri Transportasi Umum di Victoria, mengatakan bahwa pemerintah butuh waktu untuk mempertimbangkannya.

"Masalah ini kompleks, kami terus mempertimbangkannya dengan rinci demi kepentingan penumpang di Victoria," kata Jacinta.

Matt Denman, Manajer Uber di Victoria, mendesak Pemerintah untuk segera bertindak.

"Kami senang bahwa mitra sopir kami, Nathan dapat memenangkan banding hari ini di pengadilan...," katanya. "Waktu untuk mencari alasan sudah habis, pemerintah Andrews [Victoria] harus mendengarkan ratusan ribu warga di Victoria yang memilih naik taksi berbagi [seperti Uber] setiap minggunya dan memperkenalkan peraturan, yang masuk akal, aman, tanpa penundaan."

Pada awal Mei, sejumlah sopir taksi protes atas layanan taksi Uber dan sejenisnya karena diangggap membuat kondisi keuangan mereka tertekan secara signifikan.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment