2 Dekade Jadi Tempat Menimbun Sampah, Rumah ini Dilelang Paksa

image  australiaplus.com

INDOAU.COM – Sebuah rumah di Bondi milik keluarga penimpun sampah terkenal dipaksa dijual dalam sebuah acara lelang.

Kantor Sherif New South Wales menjual rumah milik keluarga Bobolas itu untuk membayar tanggungan biaya sekitar $160.000 atau Rp 1.6 miliar untuk pembersihan rumah dan juga biaya hukum.

Rumah yang berada di Boonara Avenue, pinggiran Timur Sydney itu terletak di wilayah strategis karena cukup berjalan kaki untuk ke pantai terkenal.

Rumah tersebut telah memicu masalah bagi para tetangga dan pemerintah setempat selama 2 dekade. Rumah dan kebun yang dipenuhi sampah itu menimbulkan bau busuk dan menyebabkan banyaknya tikus dan kecoa di sekitarnya.

Agen penjual property Ric Serrao dari Raine & Horne menyebutkan rumah tersebut akan memiliki nilai jual tinggi dalam acara lelang yang digelar Kamis (9/6).

"Pembeli diarahkan untuk membeli pada angka $2juta," katanya.

"Pembeli yang berhasil memenangkan lelang akan bertanggung jawab untuk menyingkirkan semua barang di rumah tersebut. Mereka juga bertanggung jawab mengambil alih kepemilikan atas rumah itu, sehingga terserah pembeli untuk membuat penghuni rumah saat ini keluar dari properti itu,"

Dewan Kota Waverley telah bersengketa dengan keluarga Bobolas selama 26 tahun atas apa yang disebutnya sebagai "masalah utama kesehatan dan keselamatan masyarakat terkait dengan penimbunan sampah yang terus-menerus".

Sudah pernah dilakukan pembersihan sebanyak 15 kali pada rumah tersebut, dan juga memakan waktu dan biaya yang sangat besar.

“Ini adalah isu kesehatan dan keselamatan publik untuk keluarga dan untuk penduduk di dekatnya," kata pernyataan yang ditulis Dewan Kota Waverley.

"Kami akan terus menawarkan layanan dukungan spesialis kepada keluarga Bobolas dan Kami sangat berharap Mereka memilih untuk menerima dukungan itu."

Seorang psikolog klinis bernama Catherine Madigan mengatakan perilaku menimbun barang adalah kondisi mental yang sulit ditangani.

"Ini kondisi yang sangat sulit dipahami kalau orang memiliki kedekatan yang amat besar pada benda-benda sampah seperti ini," katanya.

"Hanya karena kita kira mereka tidak memiliki nilai, para penimbun bisa jadi memiliki emosi yang sangat sentimental pada barang-barang semacam ini, mereka bisa amat percaya kalau mereka akan mendapat uang banyak dengan menimbun barang semacam ini,"

"Jadi lihat, Saya bayangkan mereka akan merasa sangat trauma,"

"Sejumlah orang di pinggiran kota biasanya memiliki dinding pembatas rumah yang tinggi, sehingga barang-barang sampah yang mereka timbun tidak akan berjatuhan ke kebun, tapi ada banyak rumah di seluruh Australia yang penuhi hingga ke atapnya dengan barang-barang tapi hanya tidak mengetahuinya saja," katanya.

"Tidak ada banyak dana untuk pengobatan masalah kesehatan mental seperti ini, di bawah skema pelayanan kesehatan mental maupun skema pelayanan kesehatan, umumnya orang hanya dibenarkan mendapatkan layanan untuk 10 kali sesi terapi saja".

"Anda tahu jika kita hendak membantu penimbun sampah, maka kita memerlukan lebih banyak bantuan."

[FY]


Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment