Australia Selidiki Kasus Penyiksaan Sapi Dengan Palu Godam di Rumah Pemotongan Hewan Vietnam

image : australiaplus.com


INDOAU.COM – Para pekerja di tempat pemotongan hewan Vietnam terekam sedang menyiksa sapi yang diduga diimpor dari Australia menggunakan palu godam.

Pemerintah Australia kini tengah menyelidiki kasus pelanggaran regulasi ekspor hidup tersebut setekah mereka dipertontonkan sebuah rekaman oleh kelompok perlindungan hewan ‘Animals Australia’, pekan lalu.

Kelompok ‘Animals Australia’ telah menyewa detektif yang menyamar untuk merekam aksi penyiksaan hewan tersebut.

Salah satu video menunjukkan seorang pekerja yang memukuli sapi menggunakan palu godam di kepalanya sebanyak lima kali sebleum akhirnya sapi tersebut terkapar.

Kemudian pria tersebut memukuli lagi sapi tersebut sebanyak empat kali hingga tewas.

"Saya pikir saya telah melihat semua nya, dan ternyata tidak," kata direktur kampanye ‘Animals Australia’, Lyn White.

Wakil Perdana Menteri Australia, Barnaby Joyce, mengatakan bahwa akan ada tindakan yang dilakukan terkait kasus tersebut.

"Segera ketika kami tahu tentang ini kami langsung beraksi. Departemen Pertanian telah bekerja sama dengan industri, rumah pemotongan hewan telah ditangguhkan dari kegiatan menerima sapi, kami sedang menyelidiki proses ini tapi tindakan lebih lanjut perlu dilakukan dan akan berlangsung,” jelasnya.

Kelompok ‘Animals Australia’ mengatakan bahwa mereka mengunjungi 13 rumah pemotongan hewan di Vietnam utara dan tengah.

"Hanya dua di antaranya yang memenuhi persyaratan Australia untuk pemotongan hewan yang disetujui," sebut Lyn.

Para pekerja di rumah pemotongan hewan yang secara diam-diam direkam, mengatakan kepada detektif yang menyamar bahwa sapi-sapi yang disembelih berasal dari Australia.

Sapi-sapi tersebut memiliki lubang di telinganya, menandakan bahwa identifikasi ternak elektronik telah dicabut.

"Mereka tahu bahwa tanda di telinga tak dimaksudkan melekat pada hewan tersebut di lokasi ini sehingga ada korupsi yang cukup disengaja dari sistem yang ada, yang berarti bahwa sapi Australia berakhir di rumah jagal tradisional ini," tutur Lyn.



[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment