Australia Tabur Bunga di Selat SUnda Untuk Kenang Perang Dunia II

image : global.liputan6.com


INDOAU.COM – Untuk mengingat kembali pertempuran Perang Dunia II yang melibatkan pasukan Barat dan Jepang pada tahun 1942 silam, kapal Angkatan Laut Australia adakan upacara penaburan bunga di Selat Sunda pada hari Rabu, 15 Juni 2016.

Pada 1 Maret 1942, Kapal penjelajah HMAS Perth I dan USS Houston menghadapi gugus tugas Angkatan Laut Jepang. Namun pasukan tersebut kalah karena persenjataan dan jumlah personel, dan kedua kapal tersebut bertempur hingga tenggelam setelah kehabisan amunisi.

Sebanyak 375 awak gugur dalam kapal perang Australia, sementara 328 warga Australia diselamatkan untuk menghabiskan masa perang di kamp Tawanan Perang, dan jumlah yang gugur semakin bertambah.

“Awak kapal HMAS Perth I dan USS Houston merupakan bagian dari kisah perjuangan nasional Indonesia sebagaimana juga menjadi bagian sejarah masa perang Australia sendiri,” tutur Kapten Ingham, dilansir dari liputan6.com, Rabu (15/6/2016).

Pihak berwenang Indonesia dan Australia telah membuat kemajuan dalam memastikan bahwa bangkai kapal diamankan untuk generasi mendatang.

Untuk keperluan pendidikan, Pusat Penelitian Arkeologi dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI bekerja sama dengan Museum Maritim Nasional Australia mendokumentasikan bangkai kapal tersebut.

Kieran Hosty, Juru bicara Museum Maritim Nasional Australia, mengatakan langkah pertama adalah melakukan penyelaman di situs Perth I.

“Operasi seperti ini pastilah sulit dan berbahaya. Waktunya tergantung pada kekuatan arus air di bawah. Namun demikian, kami telah membicarakan hal ini dengan rekan-rekan Indonesia kami dan penyelaman akan dilakukan akhir tahun ini,” tutur Hosty.

“Segala sesuatunya harus kita lakukan dengan hati-hati dan penuh hormat, mengingat bila bangkai kedua kapal menghilang, demikian pula warisan mereka – kecuali langkah-langkah diambil untuk melindungi mereka sekarang,” ujar Hosty.

[FY]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment