Dikecam Setelah Sebut Pembunuhan Jurnalis yang Korupsi, Presiden Duterte Kini Berubah Sikap

image : rappler.com


INDOAU.COM – Presiden terpilih Filipina Rodrigo Duterte berubah sikap setelah mendapat kecaman terkait ancaman pembunuhan terhadap jurnalis yang melakukan tindak korupsi.

 Sebelumnya, Duterte mengatakan bahwa jurnalis yang terlibat aktivitas korupsi  ataupun suap, sah untuk mati. Namun kini ia mengatakan hal yang berbeda.

"Saya tidak mengampuni ataupun mentolerir pembunuhan jurnalis, terlepas dari apapun motif pembunuh, ataupun alasan pembunuhan mereka," kata Duterte seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (9/6/2016).

"Saya tak pernah mengatakan bahwa membunuh jurnalis dibenarkan karena mereka terlibat dalam korupsi," ujar Duterte dalam pernyataan yang dikirimkan ke media-media oleh juru bicaranya, Salvador Panelo.

"Tugas saya sebagai presiden adalah menegakkan dan menerapkan hukum dan saya akan mengejar dan mengadili para pembunuh tersebut," imbuh figur kontroversial itu.

Pernyataan Duterte pun disambut baik sejumlah pihak.

"Kita berharap kita akan mendengar dari dia, bukan hanya perintah kebijakan jelas terhadap budaya kekebalan hukum, namun langkah-langkah konkret untuk melumpuhkan dan pada akhirnya memberantas itu," ujar Romel Regalado Bagares dari organisasi Pusat Hukum Internasional di Manila, Filipina.

Berita terkait : 
 
 
 
 
 
[FY]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment