Dipenjara 27 Tahun Atas Kejahatan Orang Lain, Pria di Kanada Diberi Rp 83 M

image : m.tempo.co


INDOAU.COM – Setelah dipenjaa 27 tahun, seorang pria Kanada bebas atas sejumlah kasus pemerkosaan yang tidak ia lakukan. Akhirnya negara memberi ganti rugi sebesar 8 juta dolar Kanada atau setara dengan Rp 83,6 miliar.

Sebelumnya, pria yang bernama Ivan Henry (69) itu dinyatakan besalah atas 10 dakwaan kasus pemerkosaan terhadap delapan wanita antara tahun 1981-1982, dan ia menjalankan sidang pada tahun 1982. Namun akhirnya vonis bersalah terhadap Henry dicabut pada tahun 2010, dan mengajukan gugatan ke pengadilan yang lebih tinggi.

Dilansir dari AFP, Kamis (9/6/2016), dalam putusannya, hakim Pengadilan Tinggi British Columbia,

Christopher Hinkson, menyinggung soal kegagalan jaksa memberikan bukti penting dalam persidangan kasus Henry. "(Jaksa) Secara serius melanggar hak Henry untuk mendapat persidangan yang adil," sebut Hinkson.

"Jika Henry menerima kejelasan soal hak-haknya, kemungkinan besar akan berujung pembebasannya pada persidangan tahun 1983 silam," imbuhnya.

Hakim menekankan tidak ada bukti yang diajukan untuk membela terdakwa, seperti keterangan saksi mata dan bukti forensik termasuk sidik jari, juga benda-benda yang ditemukan di lokasi kejadian.

Selain itu, hakim juga menyinggung jaksa yang tak memberitahu Henry bahwa polisi sesungguhnya meyakini ada pelaku lain yang bertanggung jawab atas kasus pemerkosaan tersebut.

Dalam persidangan, tak ada pengacara yang mendampingi Henry. Ia dinyatakan bersalah oleh pengadilan dengan pertimbangan yang disebut hakim sebagai identifikasi saksi mata yang lemah. Ia juga ditetapkan sebagai pelaku kriminal berbahaya, dengan status tersebut negara dapat menahannya untuk jangka waktu tak terbatas.

Beberapa dekade kemudian, seorang pria mengakui bahwa dirinya menjadi otak dalam tiga kasus kejahatan seks yang dijeratkan kepada Henry. Pria tersebut kemudian diadili dan dipenjara, namun kemudian meninggal dunia setelah masuk penjara.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment