Ekspor Sapi ke Jepang Ditangguhkan Sementara Waktu Setelah Ditemukan Penyakit Bovine Johne

image : ternakonline.wordpress.com

INDOAU.COM – Jepang menunda impor ternak sapi perah dari Australia untuk sementara waktu. Setelah ditemukan penyakit Bovine Johne pada sapi yang dikirim dari Melbourne.

Barnaby Joyce, juru bicara Wakil Perdana Menteri Australia, Kamis (2/6/2016) mengatakan sebanyak 300 ekor sapi yang di ekspor ke Jepang pada bulan lalu, namun tak diketahui berapa ekor yang positif mengidap penyakit tersebut.

Pemerintah Jepang mengatakan ini adalah tingkat infeksi terbesar yang ditemukan dalam satu pengapalan.

CEO Australian Livestock Exporters Council Alison Penfold mengatakan, ternak yang akan diekspor sudah menjalani tes terlebih dahulu.

"Pengiriman itu telah disertifikasi layak ekspor, artinya tes pada saat itu hasilnya negatif (di Australia)," katanya.

"Kami mendukung upaya yang sedang berjalan, dan pembicaraan sedang berlangsung, dan tentunya kami akan bekerja sama dengan pemerintah guna memastikan biosekuriti dan status kesehatan terjamin," jelasnya.

Ia mengatakan, kini pakar teknis Pemerintah Australia dan Jepang tengah memeriksa hasil tes tersebut.

"Saya tidak tahu dari mana pengiriman itu mendapatkan pasokannya, namun jika jenisnya sapi perah, besar kemungkinan berasal dari Victoria," katanya.

"Perdagangan dengan Jepang untuk berbagai jenis sapi cukup kecil, tahun lalu kita mengekspor 10.500 ekor sapi , mayoritas berupa Wagyu bukan sapi perah," tambahnya.

Departemen Pertanian Australia mengatakan tengah menyelidiki kejadian ini untuk memproses sapi yang dites positif telah dipersiapkan sesuai ketentuan negara yang mengimpor.

"Departemen (Pertanian) bekerja sama dengan pihak berwenang Jepang terkait isu ini," kata juru bicara Departemen Pertanian Australia.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment