Hukuman Terhadap Pelaku Pembunuhan Cangkul Terbentur Aturan Peradilan Anak

image : dok,istimewa


INDOAU.COM – Hukuman penjara 10 tahun dianggap sudah maksimal terhadap pelaku pembunuh Eno Fariha karena masih di bawah umur.

"Walaupun mungkin belum memenuhi rasa keadilan. Tapi itu sudah cukup fair," kata Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Ferdinand Andi Lolo, Kamis (16/6).

Hukuman yang dijatuhkan pada pelaku saat ini terkendala aturan, mengingat usianya masih belum mencapai 18 tahun, sesuai dengan undang-undang.

"Jadi tidak bisa dipertanggungjawabkan sebagai pelaku dewasa," ucap Andi.

Andi mengatakan, jika masyarakat merasa keadilan tak terpenuhi, maka bisa dilakukan revisi sehingga hukuman dapat berubah. Sebab, pembuat aturan saat itu berpandangan anak-anak hanya akan berbuat kejahatan seperti pada umumnya.

"Namun perkembangan zaman melempar mereka berbuat kejahatan seperti orang dewasa," tutup Andi.

Berita Terkait : 
[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment