Insiden Penembakan di Klub Orlando Awalnya Dikira Aksi DJ

Sebuah foto tak bertanggal diambil dari akun media sosial Omar Mateen. Menurut aparat penegak hukum setempat, Omar sempat membeli senjata secara legal beberapa pekan sebelum penembakan dan memiliki izin kepemilikan senjata.(image : liputan6.com)


INDOAU.COM – Insiden penembakan massal terburuk dalam sejarah Amerika Serikat telah terjadi di Klub Pulse, Orlando, yang menewaskan 50 orang dan melukai 53 lainnya, Minggu dinihari (12/6/2016).
 

Salah satu korban selamat bernama Andy Moss menjelaskan kekacauan yang terjadi yang awalnya pengunjung menyadari suara yang terdengar seperti aksi DJ itu sesungguhnya suara rentetan tembakan.

"Awalnya terdengar sebagai bagian dari pertunjukan," kata Moss, seperti dikutip dari Time, Senin (13/6/2016).

"Namun, ketika orang-orang mulai berteriak dan suara tembakan terus terdengar, kami tahu itu bukan lagi bagian dari pertunjukan."

Pelaku, Omar Mateen, tewas dalam baku tembak dengan tim SWAT yang menyerbu masuk ke dalam klub untuk menyelamatkan para sandera, sekitar pukul 05.00 waktu setempat.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment