Jenazah Hingga Mantra pada Kain Kafan, Rumah Pria ini Tak Kalah Seram dari The Conjuring 2

image : liputan6.com


INDOAU.COM – Supriyanto yang membuat geger warga rumahnya di Kampung Ngrancang, Desa Bojonegoro, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah karena menggali kuburan sang ibu itu telah membuat aura di kampungnya sehoror film The Conjuring 2, apa lagi saat memasuki rumahnya.

Berdasarkan pemeriksaan polisi, jenazah Parimah ibu Supriyanto disimpan di sebuah kamar di rumahnya. Jasad tersebut diletakkan di atas sebuah dipan, di antara tumpukan karung dan juga kardus.

"Dari luar memang tak begitu kentara, namun ketika pintu dibuka bau busuk langsung menyengat dan bikin sesak," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Suharto di Temanggung, Jateng, Rabu, 22 Juni 2016.

 Jenazah Parimah diletakkan di atas rikar plastik berwarna merah dan tikar anyaman pandan. Jasad  tersebut sudah berusia sekitar 70 hari.

"Bau busuk itu disamarkan dengan berbagai wewangian," tutur Suharto menjelaskan bagaimana Supriyanto mengakali agar cairan jenazah tak menyebar dengan dibungkus plastik.

Sementara itu, di salah satu sudut rumah terdapat semacam penjelasan tentang jati diri Supriyanto yang ditulis pada kain kafan putih menggunakan tinta berwarna merah dalam bahasa Jawa berikut ini :

"SUPRI NGRANCANG KENCONO PEMIMPIN PAGUYUBAN NGURI URI GESANGE TIYANG JAWI MEDARAKEN SABDO AKSORO BASA JAWI NGELAJENGAKEN HGGATOSAKEN SEDALU NATAS NGELIPUR PARIPURNO BILIH MBOTEN MANGGIH ALANGAN KADOS PUNDI KIMAWON NUWUN," demikiam bunyi tulisan itu.

Terjemahan bebasnya adalah "Supri Ngrancang Kencono, pemimpin persatuan pelestari hidup manusia Jawa, membeber rahasia aksara Jawa, (dengan) melanjutkan dan memperhatikan (hingga) semalam suntuk. (Berkenan) Memberi hiburan tuntas, (namun) jika tidak ada halangan apapun juga."

image : liputan6.com

Dari tulisan tersebut, Supriyanto  menyebut dirinya Ngrancang Kencana yang dalam lakon pewayangan, Ngrancang Kencana adalah kerajaan jin yang pernah ditaklukkan oleh Petruk, sehingga Petruk menjadi raja bergelar Prabu Wel Geduwelbeh.

Kakak Kandung Supriyanto, Susilo (57), mengatakan bahwa adinya itu memang seperti mengidap gangguan jiwa. Ia mengaku kaget saat adiknya didatangi polisi dan ditanya  tentang kasus pembongkaran makam tersebut.

"Sejak dulu kadang suka aneh-aneh," ucap Susilo.

"Kadang malam-malam suka membaca mantera enggak jelas, dengan bahasa enggak jelas juga. Tapi selalu diwarnai tangisan sambil memanggil-manggil nama ibu," tutur Supriyati.

"Setiap malam Selasa dan Jumat Kliwon selalu terdengar suara musik Jawa dan lantunan bacaan japa mantra tidak jelas dari rumah Supri," ucap Siyono.

[FY]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment