Pedagang di Kota Perth : Penjual Makanan Dadakan Dapat Menurunkan Jumlah Pengunjung Venue Tetap

Bar dan mobil penjual makanan dadakan merupakan pemandangan biasa selama Perth Fringe Festival (image : australiaplus.com)


INDOAU.COM – Pemerintah Kota Perth dalam beberapa tahun ini terus mencoba menggelar stan dadakan dan juga mobil makanan yang tersebar di berbagai lokasi untuk menghidupkan daerah yang dianggap kurang menarik yang umumnya digelar selama musim festival.

Seorang pedagang di pusat hiburan Perth, salah satu pemilik Northbridge Brewing Company, mengatakan  bahwa stan dan restoran dadakan berdampak pada penurunan jumlah pengunjung venue tetap yang berbayar.

"Saat mereka buka di malam-malam yang kritis bagi venue permanen, maka hal ini tidaklah seimbang," kata Keiller.

"Kami semua mendukung upaya menggairahkan lokasi-lokasi terpencil dan hal-hal seperti itu. Jika mereka buka di pusat budaya pada Selasa atau Rabu malam, tidak masalah," tambahnya.

"Namun jika berubah menjadi bukan sekadar kegiatan Jumat atau Sabtu malam, para pembayar pajak, mereka yang menggaji orang selama 52 minggu setahun perlu mendapat perhatian," ujarnya.

Ia juga menambahkan, saat tempat jualan dadakan digunakan di lokasi dimana terdapat venue permanen, hal tersebut tak membawa keuntungan bagi kalangan bisnis.

"Populasinya tidak cukup untuk menjaga semua hal yang berbeda ini," katanya. "Pasar di wilayah metropolitan, agak mirip dengan kasur air. Jika ditekan di sini, akan muncul di sana. Tidak ada air tambahan, jumlah airnya sama, cuma ditekan di tempat-tempat berbeda."

"Mungkin ada event besar di Elizabeth Quay atau di salah satu tempat di CBD, akhir pekan depan pindah ke Leederville atau Mt Lawley atau Fremantle, ini hanya pasar yang sama yang berpindah-pindah."

"Jumlah dan frekuensi kegiatan dadakan ini yang berkompetisi dengan pedagang permanen perlu mendapat perhatian," ujar Keiller.

CEO Australian Hotels Association WA Bradley Woods menyatakan hal senada.

"Ini mengecewakan karena pemerintah memanfaatkan mobil penjualan makanan dan venue dadakan sebagai cara menggairahkan sejumlah lokasi," katanya.

"Ini menjadi perhatian karena MRA [Metropolitan Redevelopment Authority] memanfaatkan taktik seperti itu dan di saat yang sama mencoba menarik penyewa penuh ke lokasi-lokasi tersebut," tambahnya.

Meskipun kalangan industri menyetujui venue dadakan dapat menghidupkan susasana, namun Woods menyatakan perlu ada perubahan aturan yang memberikan kesempatan yang sama pada restoran untuk memanfaatkan area terbuka secara lebih baik.

"Masuk akal jika aturan dilonggarkan untuk membolehkan venue hospitaliti permanen, bar dan pub meramu, menyiapkan, dan menawarkan minuman di area terbuka," katanya.

"Namun di sisi lain, penyiapan makanan dan pembuatan makanan tetap dilakukan di dapur," tambahnya.

Pemerintah Kota Perth, Selasa malam memutuskan untuk menyiapkan laporan mengenai perubahan aturan terkait hal tersebut.

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment