Pemerintah NSW Dituding Lamban Lengkapi Sabuk Pengaman pada Bus Sekolah

image :jewishnews.net.au


INDOAU.COM – Pemerintah NSW dianggap lamban untuk memasang sabuk pengaman di bus-bus sekolah.

Setelah terjadi serangkaian kecelakaan bus sekolah yang parah, di tahun 2013, pemerintah NSW mengumumkan akan menghabiskan $208 juta (sekitar Rp 2,8 triliun) untuk memasang sbauk pengaman di bus sekolah yang jumlahnya mencapai 1.700 bus, didekasikan untuk perjalanan menuju sekolah di daerah pedesaan dan regional dalam waktu 10 tahun.

Namun, hingga saat ini hanya 340 bus yang sudah dipasangi sabuk pengaman.

Kate Washington, anggota parlemen dari Partai Buruh di Port Stephens, yang telah mengkampanyekan pemasangan sabuk pengaman pada bus sekolah sejak sebeum masuk ke parlemen, mengatakan bahwa prosesnya terlalu lambat.

"Fakta bahwa Pemerintah bergerak sangat lamban untuk masalah ini ketika nyawa anak-anak menjadi beresiko, ini merupakan sikap yang menyedihkan,” katanya.

Andrew Constance, Menteri Transportasi, mempertahankan tingkat pemasangan sabuk pengaman pada bus-bus sekolah tersebut.

"Ini bukan sesuatu yang bisa diwujudkan dalam satu malam,” kata Constance.

"Partai Buruh ... tidak melakukan pemasangan sabuk pengaman ini dalam 16 tahun belakangan, padahal mereka memiliki anggaran yang cukup untuk melakukannya,”

Selain itu, Constance juga tak mau menanggapi pertanyaan terkait keputusan Pemerintah Federal untuk memotong subsidi bus sekolah tahunan sebesar $1 juta (sekitar Rp 10 miliar) yang berdampak pada sedikitnya jumlah sabuk pengaman yang telah dipasang itu.

Seorang warga yang tinggal di Tea Gardens di pantai tengah-utara, Shelley Linderman, mengatakan bahwa ini adalah keadaan yang memprihatinkan dimana ia mengirim ketiga putranya di bus sekolah ke Pacific Highway ke Medowie, yang jaraknya lebih dari 40 kilometer.


"Pada saat itu kondisi didalam bus sangat kacau,” katanya.

"Kami mendapati banyak anak-anak mendapatkan bus sekolah yang sudah tua, tanpa sabuk pengaman. Ada juga anak-anak yang duduk bertiga di satu kursi dan anak-anak yang berdiri.”

[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment