Selama Ramadhan, Harga Daging Sapi di Indonesia Akan Tetap Tinggi

image : perantara.net

INDOAU.COM – Selama bulan suci Ramadhan, harga daging sapi di Indonesia diperkirakan masih tetap tinggi, meskipun dilakukan upaya mempercepat proses impor daging beku.

Seperti tahun sebelumnya, permintaan daging selalu meningkat saat memasuki bulan Ramadhan.

Dilansir dari ABC, Ketua Gapuspindo Hafid Wahyu mengatakan bahwa persediaan daging untuk bulan Ramadhan sudah cukup, namun harganya akan mahal.

"Jujur saja, (pasokan) daging tidak mencukupi," katanya. "Namun Indonesia bisa menyesuaikan diri, jadi meskipun harganya mahal namun semuanya akan baik-baik saja (selama Ramadan)."

Ia memperkirakan harga daging sapi di pasaran sekitar Jakarta mencapai Rp 120.000 per kilo.

Menrut pendapatnya, harga daging sapi yang tinggi ini terjadi sejak Pemerintah Indonesia memutuskan untuk memotong kuota impor sapi dari Australia di tahun 2015.

Sementara itu, industri penggemukan sapi masih dalam tahap pemulihan dan beroperasi pada kapasitas 50 persen.

Belum lama ini, Kementerian Perdagangan RI menaikkan kuota impor daging sapi menjadi 27.400 ton, hampir tiga kali lipat dari jumlah yang direkomendasikan Departemen Pertanian RI.

Namun Hafid mengatakan, meningkatkan kuota impor tidak akan mempengaruhi tingkat harga daging sapi.

"Masyarakat Indonesia sukanya daging segar yang baru dipotong," katanya.

"Sekitar 90 persen konsumsi merupakan daging segar. Sisanya 10 persen adalah impor (daging beku), yang digunakan kalangan industri daging olahan,"

"Dibuat sosis, burger dan bakso. Namun untuk keperluan (konsumen Indonesia) sehari-harinya, 90 persen menggunakan daging segar," katanya.

Hafid menjelaskan, saat ini sudah ada dah=ging beku yang masuk ke Indonesia namun sulit dipasarkan.

"Sudah banyak daging beku, saya tidak tahu dari mana asalnya, dan dilepas di pasaran dengan harga Rp 40.000 perkilo, dan separuh dari harga yang dikehendaki pemerintah. Namun tidak ada yang mau membelinya,"

 "Kami butuh daging segar".

[MZ]




Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment