AS Minta Australia Terima Lebih Banyak Pengungsi

image : www.europe1.fr


INDOAU.COM – Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, akan meningkatkan penerimaan para pengungsi, dan meminta agar negara lain termasuk Australia untuk melakukan hal yang sama.

Meskipun demikian, ada kekhawatiran dalam peningkatan penerimaan imigran ini, yakni para teroris akan menggunakan gelombang pengungsi untuk menyusup ke negara-negara tersebut.

"Dari sekitar 800 ribu pengungsi yang diterima oleh Amerika Serikat sejak peristiwa 11 September (2001), tidak seorang pun yang terlibat dalam tindak terorisme domestik." kata Dutabesar Amerika Serikat untuk PBB Samantha Power dalam wawancara khusus dengan ABC.

"Yang terjadi sikap kontraproduktif, menggunakan penggambaran ancaman yang tidak akurat untuk meminta perubahan kebijakan, sehingga mereka tidak bisa membedakan antara pengungsi dengan teroris dari dalam negeri." kata Power.

"Jadi bila itu diterapkan, adanya kebijakan yang membabibuta yang diterapkan oleh Amerika Serikat ketika saya masih kecil, akan membuat keluarga saya dan jutaan migran asal Irlandia tidak akan diijinkan masuk ke negara ini." tambah Power yang mengatakan keluarganya berasal dari Irlandia yang pindah ketika terjadinya konflik sektarian di sana di tahun 1970-an.

Dalam KTT yang akan diadakan Obama terkait Pengungsi, menjelang Sidang Majelis Umum PBB di New York 20 September, akan diserukan kepada masyarakat Internasional untuk menerima lebih banyak pengungsi, termasuk Australia.

Sebelumnya, PM Australia Malcolm Turnbull mengatakan sejak berakhirnya perang dunia kedua Australia sudah menerima jumlah pengungsi tersebsar.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Australia yang sudah menerima pengungsi, dan sekarang bertanya lagi 'apakah kalian bisa melakukannya lagi?, melihat bahwa seruan PBB untuk dana, baru mendapatkan 25 persen dari $ 28,22 miliar yang dibutuhkan, meihat bahwa gelombang pengungsi dari Suriah belum berakhir." kata Power.

"Dan hanya 30 dari 193 negara anggota PBB yang memiliki hubungan penempatan pengungsi lewat UNCHR."

Seruan ini muncul di saat lebih dari separuh dari 50 negara bagian di AS menentang untuk membantu para pengungsi Suriah.

"Kami memiliki suara di negara kami sendiri, dan gubernur, ada 30 gubernur yang mengatakan ' kami tidak mau pengungsi di negara bagian kami." tambahnya lagi.

"Kami meningkatkan penerimaan pengungsi menjadi 40 persen dalam dua tahun terakhir. Saya kira kita akan melihat angka tersebut akan meningkat terus." katanya.

"Kami juga adalah donor kemanusiaan terbesar di dunia. Jadi saya kira kami berada dalam posisi bagus, namun kami juga tahu bahwa kami berada di posisi lebih kuat, bila kami melakukan lebih banyak lagi."

Masalah besar dalam penerimaan imigran dan pengungsi di AS adalah keamanan dan rasa takut.

Direktur FBI, James Comey, dalam dengar pendapat di Kongres mengatakan dirinya tak bisa menjamin sepenuhnya tak ada risiko yang berhubungan dengan penerimaan pengungsi.

"Yang saya maksudkan adalah ide untuk menghilangkan sama sekali resiko dalam hubungan dengan kebijakan publik tidak akan bisa dilakukan. Tidak ada diantara kita yang bisa melakukannya." kata Power.

"Saya kira dalam sejarah kami, pendapat seperti itu terus bermunculan. Mereka kadang berhasil mempengaruhi mayoritas warga Amerika (seperti di masa PD2, Korea, Vietnam, Hongaria, dan Irak).

"Kita kadang melihat ke belakang, dan menyesal bahwa kita mengikuti pendapat rasa takut tersebut."


[MZ]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment