Australia akan Tetap Melakukan Patroli di Laut China Selatan

image : puzzleminds.com


INDOAU.COM – Kepala Staf Angkatan Udara Australia (RAAF) Marsekal Udara Leo Davies menegaskan bahwa pihaknya tetap menginginkan kapal perang dan oesawat-pesawat udara tetap berllayar dan terbang untuk mengawasi wilayah Laut China Selatan, meskipun ketegangan militer kini meningkat di wilayah tersebut.

Pernyataan tersebut diungkapkannya seminggu setelah keputusan peradilan arbitrase internasional yang menolak klaim Tiongkok atas wilayah yang dipersengketakan.

Para perencana di lingkungan Angkatan Bersenjata di Canberra terus memantau perkembangan di wilayah utara Australia tersebut.

Sejauh ini, sebanyak 32 kali penerbangan telah dilakukan dalam Operation Gateway oleh Australia.

"Angkatan Udara akan fokus membangun dan mendorong ketertiban umum yang berbasis hukum," katanya. "Angkatan Udara akan bekerja sama dengan sekutu kita, mitra dan pihak Angkatan Udara negara lainnya yang sejalan guna memastikan bagaimana kita bisa berkontribusi secara nyata menjamin kebebasan navigasi."

Tanpa menyebutkan Laut China Selatan secara khusus, Marsekal Davies menyatakan Australia akan tetap memenuhi tujuan keterlibatan internasionalnya sesuai dengan Buku Putih Pertahanan tahun ini.

"Kita perlu mengirimkan P3, tanker dan hornet, kapal perang," ujarnya. "Kita perlu menuju ke tempat dimana tetangga kita berada dan bisa menjalankan fungsi seperti yang terjadi dalam 30, 40 tahun lebih."

[FY]
Share on Google Plus
    Komentar Anda
    Komentar Menggunakan Facebook

0 comments :

Post a Comment